Siswa SD di Pedamaran Keracunan
Dapur MBG di OKI Tercemar Bakteri E.Coli Ditutup Sementara, Kini Diminta Kantongi SLHS
Buntut dari temuan bakteri E. coli pada makanan bergizi gratis (MBG), satuan tugas Ogan Komering Ilir (Satgas OKI) bersama Komite pe
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Buntut dari temuan bakteri E. coli pada makanan bergizi gratis (MBG), satuan tugas Ogan Komering Ilir (Satgas OKI) bersama Komite Pengawasan Program Gizi (KPPG) kota Palembang ambil langkah tegas dengan melakukan inspeksi langsung ke dapur di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran.
Dapur yang menjadi sumber kontaminasi tersebut kini ditutup sementara dan dilarang beroperasi hingga seluruh standar kebersihan dan keamanan pangan dipenuhi.
Tim gabungan memberikan arahan keras kepada pengelola untuk segera melakukan perbaikan total, mulai dari sarana produksi, sistem pembuangan limbah, hingga peningkatan kapasitas petugas juru masak melalui pelatihan higienitas.
Dikatakan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, Nurya Hartika bahwa tidak ada toleransi untuk urusan keamanan pangan dalam program yang menyasar anak-anak sekolah.
"Program MBG ikhtiar pemerintah memastikan anak-anak kita mendapat gizi yang aman. Standar keamanan pangan tidak bisa ditawar. Kami minta pengelola melakukan pembenahan menyeluruh agar makanan yang disajikan benar-benar layak konsumsi,” tegas Nurya saat diwawancarai Tribunsumsel.com pada Kamis (18/9/2025) siang.
Hal senada diungkapkan Kepala Satgas MBG OKI, H M Lubis bahwa pembenahan ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak mencegah terulangnya insiden keracunan.
“Kami tidak ingin ada lagi kasus kontaminasi yang merugikan masyarakat. Semua dapur MBG tanpa terkecuali wajib mengikuti standar operasional yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.
Sebagai syarat utama beroperasi kembali, dapur MBG Desa Menang Raya diwajibkan mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) dari otoritas yang berwenang.
Sertifikat ini menjadi bukti dapur telah penuhi seluruh persyaratan kesehatan dan kelayakan mengolah makanan.
"Selama proses perbaikan, kami akan memberikan pendampingan teknis. Harapannya, program MBG dapat terus berjalan dengan kualitas jauh lebih baik demi tercapainya peningkatan gizi masyarakat secara optimal," tegasnya
Sedikit Informasi, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) adalah dokumen legalitas yang menyatakan bahwa suatu usaha, terutama di bidang pengolahan pangan, telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
SLHS Juga merupakan bagian dari persyaratan perizinan usaha berbasis risiko. Sertifikat ini diterbitkan untuk mencegah risiko pencemaran pangan dan penyakit, serta untuk menjaga kualitas produk dan kesehatan masyarakat
(*)
| Ternyata Menu MBG di OKI Positif Bakteri E. coli, Penyebab Puluhan Pelajar di Pedamaran Keracunan |
|
|---|
| 80 Siswa di Pedamaran OKI Diduga Keracunan MBG, Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium di Palembang |
|
|---|
| Puluhan Siswa di OKI Muntah Usai Santap Sop MBG, Disebut Karena Jeda Waktu Konsumsi Terlalu Lama |
|
|---|
| Puluhan Siswa SD dan SMP di Padamaran OKI Keracunan MBG, Satgas Perketat Pengawasan di 29 Dapur |
|
|---|
| Dinkes Sumsel Turunkan Tim, Selidiki Puluhan Siswa Keracunan Diduga dari Makanan Menu MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Buntut-dari-temuan-bakteri-E-coli1.jpg)