Perundungan di Muratara
Korban Perundungan di Muratara Keluhkan Pusing dan Telinga Berdengung, Jalani CT Scan di RSUD Rupit
Kakak korban, Puspa, mengatakan kondisi adiknya belum sepenuhnya pulih sejak mengalami perundungan yang sempat viral di media sosial.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- RS, seorang siswa SD di Muratara yang menjadi korban perundungan, kini menjalani pemeriksaan medis dan CT scan di RSUD Rupit setelah mengeluhkan sakit kepala serta telinga berdengung.
- Keluarga memilih fokus pemulihan korban dan berharap masalah dapat diselesaikan secara baik-baik, meski telah dihubungi pihak kepolisian.
- Kasus ini viral di media sosial setelah korban dipukuli beramai-ramai oleh teman-temannya usai pulang sekolah, sementara Polsek Rawas Ulu telah melakukan pengecekan dan pembinaan
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU – RS, seorang murid sekolah dasar (SD) asal Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menjadi korban perundungan, kini menjalani perawatan medis setelah mengeluhkan sakit kepala dan telinga berdengung.
Kakak korban, Puspa, mengatakan kondisi adiknya belum sepenuhnya pulih sejak mengalami perundungan yang sempat viral di media sosial.
“Keluhannya sering sakit kepala dan telinganya berdengung,” kata Puspa saat dihubungi Tribunsumsel.com, Kamis (11/6/2026).
Karena kondisi tersebut, korban dibawa keluarganya ke RSUD Rupit berdasarkan rujukan dari puskesmas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Tadi sudah dibawa suami saya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lengkap, termasuk CT scan kepala,” ujarnya.
Meski peristiwa tersebut telah menjadi perhatian publik, keluarga korban hingga kini belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Menurut Puspa, fokus utama keluarga saat ini adalah pemulihan kesehatan korban.
“Kemarin pihak Polsek Rawas Ulu sudah menghubungi keluarga. Saat ini korban masih fokus berobat dulu,” katanya.
Baca juga: Bocah SD Dikeroyok Siswa SMP di Muratara Viral, Direkam dan Ditertawakan, Keluarga Minta Keadilan
Baca juga: Pernah Dipenjara di Jambi, Pria Pengangguran di Muratara Curi Motor Buruh Harian Kebun Sawit
Puspa menambahkan, keluarga sebenarnya berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa harus menempuh jalur hukum.
“Kami ingin adik kami sehat seperti sediakala. Kami juga khawatir jika masalah dianggap selesai begitu saja, nanti kalau terjadi sesuatu para pelaku tidak mau bertanggung jawab,” ungkapnya.
Sebelumnya, kasus perundungan tersebut viral setelah diunggah oleh akun Facebook Info Kriminal Linggau. Dalam video yang beredar, korban terlihat ditantang berkelahi sebelum akhirnya dipukuli secara beramai-ramai hingga terjatuh.
Ironisnya, aksi tersebut direkam oleh sejumlah anak lain yang terlihat tertawa saat kejadian berlangsung.
Berdasarkan penelusuran, peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Dusun I, Desa Sungai Lanang, tepatnya di lingkungan sekitar sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bocah-SD-Dikeroyok-Siswa-SMP-di-Muratara-Viral-Direkam-dan-Ditertawakan-Keluarga-Minta-Keadilan.jpg)