Perundungan di Muratara
Korban Perundungan di Muratara Keluhkan Pusing dan Telinga Berdengung, Jalani CT Scan di RSUD Rupit
Kakak korban, Puspa, mengatakan kondisi adiknya belum sepenuhnya pulih sejak mengalami perundungan yang sempat viral di media sosial.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Kapolsek Rawas Ulu, Iptu Hari Soeharto, membenarkan adanya peristiwa perundungan tersebut. Pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
“Kejadiannya terjadi di luar jam sekolah. Sampai saat ini belum ada laporan resmi dari keluarga korban. Semalam sudah dilakukan mediasi oleh kepala desa,” katanya.
Meski demikian, polisi tetap akan melakukan langkah pembinaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
“Meskipun sudah dimediasi, kami tetap akan mendatangi mereka untuk melakukan pembinaan karena belum ada laporan yang masuk,” ujar Hari.
Ia menjelaskan bahwa korban dan para pelaku merupakan warga satu dusun dan selama ini dikenal sebagai teman bermain sehari-hari.
“Kejadiannya siang hari setelah mereka pulang sekolah. Korban masih berstatus anak SD,” pungkasnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bocah-SD-Dikeroyok-Siswa-SMP-di-Muratara-Viral-Direkam-dan-Ditertawakan-Keluarga-Minta-Keadilan.jpg)