OTT KPK di Muara Enim
Diduga Terima Suap, Ini Pasal yang Disangkakan ke Bupati Muara Enim Edison di Proyek Pengadaan
Atas perbuatannya, Edison bersama Abi Nurwardani (Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dan Adi Triadi (pihak swasta/keponakan Bupati) disangka
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Weni Wahyuny
KPK mengungkapkan bahwa Edison dan Abi Nurwardani tidak hanya bermain di Dinas Dikbud, melainkan diduga menerima setoran serupa dari berbagai rekanan di lingkup dinas Pemkab Muara Enim lainnya.
"Untuk menyamarkan aliran dana dari rekanan, para pihak menggunakan modus buka tutup rekening nominee ataupun melalui setoran secara cash (tunai)," pungkas Taufik.
Baca juga: Breaking News: Herman Deru Resmi Tunjuk Sumarni Jadi Plt Bupati Muara Enim Pasca Edison Kena OTT KPK
Gubernur Serahkan SK Plt ke Wabup Muara Enim
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru secara langsung menyerahkan surat keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim kepada Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni, di tengah dinamika pemerintahan daerah setempat.
Dalam sambutannya, Sumarni menyampaikan bahwa kondisi yang terjadi saat ini merupakan ujian bagi Kabupaten Muara Enim.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.
"Pada hari ini kita semua berkumpul dalam suasana keprihatinan atas ujian yang menimpa Muara Enim. Atas nama Pemerintah Kabupaten Muara Enim, kami menghormati sepenuhnya keputusan aparat penegak hukum. Kita doakan yang terbaik agar proses ini bisa berjalan dengan baik," kata Sumarni saat di Griya Agung, Rabu (10/6/2026).
Sumarni menekankan bahwa meskipun terjadi dinamika di tingkat pimpinan daerah, pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sumsel dalam memastikan kesinambungan pemerintahan melalui penunjukan Plt Bupati.
"Kami mengapresiasi Gubernur yang bergerak cepat memberikan surat Plt ini. Kepemimpinan Kabupaten Muara Enim tetap berjalan, dan tugas serta tanggung jawab yang diberikan ini adalah ujian yang harus dijalankan," katanya.
Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tetap solid dan tidak bekerja sendiri-sendiri.
Menurutnya, sinergi menjadi kunci agar pelayanan publik tetap berjalan normal tanpa hambatan.
"Saya tidak bisa bekerja sendiri, maka mari kita sama-sama bekerja. Jangan panik, tetap fokus pada tugas dan fungsi masing-masing. Kami mengajak seluruh OPD untuk bekerja bersama," tegasnya.
Sumarni memastikan bahwa pelayanan publik di Kabupaten Muara Enim, termasuk layanan kesehatan dan administrasi, tetap berjalan seperti biasa.
Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh merasakan dampak dari situasi politik dan hukum yang sedang terjadi.
"Seluruh pelayanan publik akan tetap berjalan normal seperti biasa. Pelayanan kesehatan, administrasi, dan berbagai persoalan masyarakat harus tetap diselesaikan dengan baik," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut peristiwa ini sebagai "alarm keras" bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
| Tunjuk Sumarni Jadi Plt Bupati Muara Enim, HD : Fokus Konsolidasi di Lapangan dan Proyek Strategis |
|
|---|
| Penjelasan Plt Bupati Muara Enim, Sumarni Usai Sang Bupati Edison Terjerat OTT KPK |
|
|---|
| Langkah Sumarni Usai Resmi Jadi Plt Bupati Muara Enim, Gantikan Edison yang Terkena OTT KPK |
|
|---|
| Harta Kekayaan Sumarni, Plt Bupati Muara Enim yang Baru Ditunjuk Gantikan Edison, Tembus Rp6,7 M |
|
|---|
| Rincian Harta Abi Nurwardani Sekdis Dikbud Muara Enim dari Tahun ke Tahun, Pernah Tembus Rp27 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Rangkuman-Fakta-Kasus-Suap-OTT-KPK-di-Muara-Enim-yang-Melibatkan-Bupati-Edison-hingga-Sekdis.jpg)