Berita OKU Timur
Harga Gabah Tembus Rp7.000 per Kilo, Petani OKU Timur Optimis Dukung Swasembada Pangan
Kenaikan harga gabah yang kini mencapai Rp7.000 per kilogram menjadi suntikan semangat baru bagi petani di Kabupaten OKU Timur.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga gabah hingga Rp7.000 per kilogram meningkatkan semangat petani OKU Timur untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
- Petani menilai harga gabah yang membaik, ketersediaan pupuk, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan membantu meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas.
- Gapoktan Subur Makmur optimistis sektor pertanian semakin berkembang dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Kenaikan harga gabah yang kini mencapai Rp7.000 per kilogram menjadi suntikan semangat baru bagi petani di Kabupaten OKU Timur.
Kondisi tersebut mendorong Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Makmur Desa Srimulyo, Kecamatan Belitang Mulya, menyatakan komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen itu disampaikan dalam deklarasi bersama yang digelar di Balai Desa Srimulyo, Kecamatan Belitang Mulya. Selain menjadi ajang konsolidasi petani, kegiatan tersebut juga menegaskan optimisme masyarakat tani terhadap prospek sektor pertanian yang dinilai semakin menjanjikan.
Koordinator Lapangan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Belitang Mulya, Eko Suparyanto, mengatakan tren kenaikan harga gabah dalam beberapa bulan terakhir telah memberikan dampak positif terhadap semangat petani untuk kembali meningkatkan produktivitas lahan.
Menurutnya, harga jual yang lebih baik membuat petani memiliki harapan memperoleh keuntungan yang lebih layak dibandingkan musim-musim sebelumnya. Situasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus mendukung target peningkatan produksi pangan nasional.
“Petani sekarang semakin bersemangat menanam padi karena harga gabah terus membaik. Ketika hasil panen dihargai dengan layak, tentu motivasi petani untuk meningkatkan produksi juga semakin tinggi,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Eko menambahkan, dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya terlihat dari sisi harga hasil panen, tetapi juga melalui aspek perlindungan sosial bagi petani.
Ia menjelaskan, anggota Gapoktan Subur Makmur kini telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan sehingga memiliki perlindungan saat menjalankan aktivitas pertanian yang memiliki risiko kerja cukup tinggi.
Dengan adanya jaminan tersebut, para petani dapat bekerja lebih tenang karena memiliki perlindungan apabila mengalami kecelakaan kerja maupun risiko lain yang masuk dalam cakupan program.
“Perlindungan ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian. Ketika petani merasa aman dan terlindungi, mereka bisa lebih fokus meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung program swasembada pangan,” tambahnya.
Sementara itu, anggota Gapoktan Subur Makmur, Iwan, menilai program swasembada pangan merupakan langkah strategis yang tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
Ia mengaku sejumlah kebijakan pemerintah mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh petani di lapangan. Salah satunya adalah penetapan harga pembelian gabah yang dinilai mampu menjaga stabilitas pendapatan petani saat musim panen.
“Kami siap mendukung program swasembada pangan nasional karena manfaatnya nyata bagi petani. Harga gabah yang sebelumnya sering berfluktuasi kini lebih baik dan memberikan kepastian bagi kami untuk terus menanam,” katanya.
Baca juga: Sentuh Rp7.000 per Kilogram, Ini Pemicu Lonjakan Harga Gabah di Kecamatan SP Padang OKI
Baca juga: HET Gabah Kering Rp6.500 per Kg, Petani Padi di OKU Timur Bisa Raup Hingga Rp 45 Juta Sekali Panen
Menurut Iwan, kebijakan penetapan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram berdampak pada kenaikan harga di tingkat petani yang saat ini mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh keuntungan lebih baik setelah menanggung biaya produksi.
| Berenang di Tanggul Irigasi Usai Main Bola, Remaja di OKU Timur Meninggal Tenggelam, Warga Panik |
|
|---|
| Polres OKU Selatan Tangkap Dua Pelaku Pencurian Kabel Jaringan Senilai Rp12,6Juta Usai 2 Jam Beraksi |
|
|---|
| Harga Singkong Anjlok di Bawah Rp 1.000/ Kilo, Petani di OKU Timur Beralih Tanam Cabai Rawit |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kabupaten OKU Timur 24 Mei 2026, Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah |
|
|---|
| Sembunyi di Bawah Tumpukan Pakaian, Pelaku Bobol Rumah di Terukis Rahayu OKU Timur Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Harga-Gabah-Tembus-Rp7000-per-Kilo-Petani-OKU-Timur-Optimis-Dukung-Swasembada-Pangan.jpg)