Bus ALS Kecelakaan di Muratara
Jeritan Para Penumpang Bus ALS Terjebak Kobaran Api Dalam Kecelakaan Dengan Truk Tangki di Muratara
Sesaat setelah berhasil menyelamatkan diri, Ngadiono sempat terpaku menyaksikan api melahap badan bus yang disertai api yang semakin membesar.
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Ngadiono (44) bersama istrinya, Jumiatun (34), penumpang ALS asal Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah tujuan ke Medan, Sumatra Utara (Sumut), selamat dari kecelakaan maut
- Sesaat setelah berhasil menyelamatkan diri, Ngadiono sempat terpaku menyaksikan api melahap badan bus dan mendengar jeritan penumpang, lalu suara itu hilang seketika
- Dalam laporan kepolisian, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas ini berjumlah 16 orang.
TRIBUNSUMSEL.COM- Ngadiono (44) bersama istrinya, Jumiatun (34), penumpang ALS asal Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah tujuan ke Medan, Sumatra Utara (Sumut), masih teringat jelas tragedi kecelakaan maut yang dialaminya.
Pasangan suami istri itu merupakan dua dari empat korban yang selamat dari kecelakaan Bus ALS vs mobil tangki BBM milik PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel sekira pukul 12.39 WIB.
Sesaat setelah berhasil menyelamatkan diri, Ngadiono sempat terpaku menyaksikan api melahap badan bus yang disertai api yang semakin membesar.
Ia juga mendengar jeritan penumpang, lalu suara itu hilang seketika saat api melahap seluruh badan kendaraan.
"Setelah itu saya pingsan. Begitu bangun sudah di rumah sakit," ujar Ngadiono saat memberikan keterangan kepada kepolisian di Puskesmas Karang Jaya, Muratara.
Baca juga: Kisah Pilu Aldi Sulistyawan, Istri & Balitanya Jadi Korban Tewas Bus ALS di Muratara, Niat Merantau
Rupanya, Ngadiono mengaku sudah merasakan firasat tidak enak sebelum kejadian.
Bus sempat mengalami kendala (trouble) pada bagian mesin dan radiator yang panas.
Namun, kerusakan tersebut sempat diatasi sopir hingga kenek bus, sehingga bus terus melaju menuju Kabupaten Muratara.
"Sempat rusak bagian mesin dan radiator, sempat diperbaiki lalu jalan lagi,"
Kekhawatiran Ngadiono pun akhirnya terjadi.
Bus tiba-tiba menghantam sesuatu, kemudian langsung disusul ledakan besar. Api membesar dan membakar bus.
Ngadiono dan istrinya berupaya memanjat dan keluar melalui jendela untuk menyelamatkan diri.
Tak lama kemudian, aksi tersebut disusul oleh seorang penumpang lain.
"Saya langsung refleks melompat keluar disusul istri. Yang saya lihat, kernet juga ikut melompat keluar," ungkapnya.
Beruntung keduanya berhasil menyelamatkan diri dan kini masih dalam perawatan intensif lantaran mengalami luka bakar cukup parah.
| Update Kecelakaan Bus ALS di Muratara,Polisi Masih Periksa Intensif Kernet Bus yang Jadi Saksi Kunci |
|
|---|
| Kondisi Ngadiono Korban Selamat Bus ALS Terus Membaik, Luka Bakar Sisa 15 Persen |
|
|---|
| Semua Jenazah Korban Lakalantas Bus ALS vs Truk Tangki Sudah Teridentifikasi, 4 Dipulangkan Hari Ini |
|
|---|
| Sisa 3 Jenazah Belum Teridentifikasi, Tim DVI Polda Sumsel Pastikan Hasil Tes DNA Selesai Jumat |
|
|---|
| Detik-detik Menegangkan Evakuasi Truk Tangki Laka Maut VS Bus ALS di Muratara, Nyaris Makan Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bus-ALS-Kecelakana-di-Muratara.jpg)