Sumur Minyak Ilegal di Muba Terbakar

Muba Membara Lagi, Tempat 'Bleaching' Minyak Ilegal di Pal 2 Desa Toman Kebakaran

Kebakaran melanda diduga tempat 'bleaching' minyak ilegal di Pal 2 Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Kamis (2/4/2026).

Dokumen/Warga
KEBAKARAN DI MUBA -- Tangkapan layar video yang beredar memperlihatkan kobaran api dan asap hitam pekat saat kebakaran diduga terjadi di lokasi bleaching minyak ilegal di Pal 2 Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Muba, Kamis (2/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran melanda diduga tempat 'bleaching' minyak ilegal di Pal 2 Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Kamis (2/4/2026).
  • Api disebut dengan cepat membesar dan dikhawatirkan merambat ke permukiman warga.
  • Tokoh pemuda Muba, Riyansyah Putra, menilai kebakaran yang terus berulang ini menunjukkan belum tuntasnya penanganan aktivitas ilegal di wilayah tersebut.

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU -- Kebakaran akibat aktivitas pengolahan minyak kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan kali ini di Pal 2 Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Kamis (2/4/2026).

Lokasi kebakaran kali ini diduga tempat bleaching atau pewarnaan minyak ilegal. 

Sebelumnya, baru-baru ini juga terjadi kebakaran hebat akibat aktivitas pengolahan minyak  ilegal di Muba tepatnya di kawasan PT Hindoli, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB lalu.

Sementara itu, terkait kebakaran di Pal 2 Desa Toman, berdasarkan informasi yang dihimpun, kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. 

Api disebut dengan cepat membesar dan dikhawatirkan merambat ke permukiman warga.

Baca juga: Kawasan Hindoli Muba Berubah Dari Sawit ke Sumur Minyak Ilegal, Untung Besar Namun Dihantui Ledakan

Baca juga: Total Ada 11 Sumur Minyak Ilegal yang Terbakar di Muba, Herman Deru Minta Penindakan Tegas

Api diduga berasal dari tempat bleaching atau pewarnaan minyak ilegal setelah proses penyulingan.

Namun, kobaran api tidak merambat dan hanya membakar lokasi kejadian saja.

Tokoh pemuda Muba, Riyansyah Putra, menilai kebakaran yang terus berulang ini menunjukkan belum tuntasnya penanganan aktivitas ilegal di wilayah tersebut.

"Ini bukan kejadian pertama. Sudah beberapa kali kebakaran terjadi, termasuk di Keluang, namun sampai sekarang belum ada kejelasan penanganannya," ungkap Riyan, Jumat (3/4/2026).

Pihaknya mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas dan menuntaskan kasus-kasus kebakaran yang terjadi, termasuk mengusut pihak yang diduga terlibat.

"Jangan sampai kejadian ini terus berulang dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Harus ada tindakan nyata agar ada efek jera," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Babat Toman, AKP Dedi Kurniawan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan proses penyelidikan terkait peristiwa kebakaran tersebut.

Ia menegaskan, seluruh informasi resmi akan disampaikan melalui satu pintu, yakni melalui Humas.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Untuk informasi, satu pintu melalui Humas," ujarnya singkat melalui WhatsApp.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved