Berita Ogan Ilir
Demam Berdarah Sebabkan Korban JIwa, Permukiman Warga di Ogan Ilir Dilakukan Fogging dan Tebar Abate
Lurah Tanjung Raja Barat, Sasa Sumarti mengatakan sudah ada fogging dan penyebaran bubuk abate di permukiman warga tersebut.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Warga Kelurahan Tanjung Raja Barat, Ogan Ilir, melakukan penataan lingkungan serta fogging dan penaburan abate untuk mencegah penyebaran DBD yang kian masif.
- Lurah Sasa Sumarti menyebut langkah ini dilakukan bersama Dinkes dan Puskesmas, menyusul meninggalnya seorang balita 2 tahun akibat DBD serta tiga anak lain yang masih dirawat.
- Pemerintah kelurahan juga menggalakkan gerakan 3M Plus dan gotong royong warga guna mencegah wabah meluas.
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang semakin masif. Permukiman warga di Kelurahan Tanjung Raja Barat, Ogan Ilir, Sumsel mulai ditata dari barang-barang bekas dan genangan air.
Lurah Tanjung Raja Barat, Sasa Sumarti mengatakan sudah ada fogging dan penyebaran bubuk abate di permukiman warga tersebut.
"Ya, dari Dinkes (Dinas Kesehatan), Puskesmas dan pihak kelurahan telah bersama-sama melakukan penanggulangan wabah DBD dengan fogging dan penaburan bubuk abate," kata Sasa kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Sejak Awal 2026, Sudah 21 Warga OKI Masuk Rumah Sakit karena Demam Berdarah, Dinkes Ajak Terapkan 3M
Baca juga: Antisipasi Demam Berdarah, Lapas Sekayu Lakukan Pencegahan Dengan Gelar Fogging
Sebelumnya, seorang bocah 2 tahun warga RT 08 Kelurahan Tanjung Raja Barat meninggal dunia karena mengalami DBD.
Bocah bernama Ahmad Hijazi itu meninggal saat dirawat di RS Palembang BARI pada Rabu (25/2/2026) siang sekira pukul 13.30 WIB.
Saat ini ada tiga orang anak, warga RT 08 yang sedang berjuang sembuh dari DBD.
"Kita berharap DBD ini dapat ditanggulangi dengan efektif dan wabahnya tak meluas," ucap Sasa.
Ia pun menyosialisasikan 3M Plus kepada warga, guna mencegah DBD.
Yakni menguras bak penampungan air secara berkala, menutup tempat penampungan dan menyingkirkan barang-barang bekas.
"Dan plus-nya, kami mengajak kita semua gotong-royong membersihkan lingkungan, memakai kelambu ketika tidur atau siapkan obat nyamuk. Dan juga jika memungkinan, bisa pelihara ikan pemakan jentik," kata Sasa mengingatkan.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Buat Resah! Kawasan Kampus Universitas Sriwijaya di Indralaya Rawan Kasus Curanmor |
|
|---|
| 2 Kali Ambruk, Pembangunan Jembatan Kandis Ogan Ilir Perlu Dana Rp30 M, Kini Akses Warga Putus Total |
|
|---|
| Pinjam Truk Fuso Operasional Perusahaan, 2 Pegawai di Ogan Ilir Ini Malah Curi Sparepartnya |
|
|---|
| Warga Ogan Ilir Ngeluh, Truk Pengangkut Pasir Tak Tutup Muatan Dengan Terpal, Ganggu Para Pengendara |
|
|---|
| Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Burai Ogan Ilir, Tutup Badan Jalan Hingga Arus Listrik Terganggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Demam-Berdarah-Sebabkan-Korban-JIwa-Permukiman-Warga-di-Ogan-Ilir-Dilakukan-Fogging-dan-Tebar-Abate.jpg)