Berita Ogan Ilir

2 Kali Ambruk, Pembangunan Jembatan Kandis Ogan Ilir Perlu Dana Rp30 M, Kini Akses Warga Putus Total

Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir H. Ruslan mengatakan, jembatan tersebut tak memungkinkan dibangun menggunakan APBD.

Tayang:
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pemkab Ogan Ilir
PUTUS TOTAL - Jembatan Lubuk Rukam-Muara Kumbang saat pertama kali ambruk pada Kamis (22/1/2026). Kini jembatan tersebut putus total dan perlu anggaran sebesar Rp 30 miliar. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Ogan Ilir mengusulkan anggaran Rp30 miliar ke pemerintah pusat untuk membangun Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang yang putus total.
  • Jembatan tersebut sudah dua kali ambruk akibat pondasi diterjang tumpukan rumput yang terbawa arus deras sungai.
  • Saat ini akses warga terputus dan penyeberangan sementara hanya bisa dilakukan menggunakan perahu mesin.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Pemkab Ogan Ilir mengajukan anggaran Rp30 miliar untuk pembangunan Jembatan Lubuk Rukam-Muara Kumbang.

Jembatan sepanjang 75 meter itu putus total sejak beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir H. Ruslan mengatakan, jembatan tersebut tak memungkinkan dibangun menggunakan APBD.

"Itu Rp 30 miliar baru sebatas usulan ke pemerintah pusat, Kementerian PU," kata Ruslan kepada wartawan di Indralaya, Rabu (29/4/2026).

Diharapkan dengan anggaran sebesar itu dapat dibangun jembatan beton, bukan jembatan plat besi.

Jembatan Lubuk Rukam-Muara Kumbang di Kecamatan Kandis itu dua kali ambruk.

Insiden pertama terjadi pada Kamis (22/1/2026) siang.

Baca juga: Jembatan di Kandis Sudah Dua Kali Ambruk, Pemkab Ogan Ilir Ajukan Pembangunan Konstruksi Beton

Baca juga: Jembatan di Kandis Ogan Ilir Putus, Warga Harus Pakai Tongkang Untuk Beraktivitas

Penyebabnya karena tiang jembatan diterjang tumpukan rumput.

Setelah dibangun jembatan pengganti khusus sepeda motor, jembatan kembali ambruk pada Senin (16/2/2026).

"Penyebabnya sama, ambruk karena pondasi diterjang tumpukan rumput yang terbawa arus deras sungai," jelas Ruslan.

Kini akses kedua desa yang dihubungkan jembatan, putus total.

Untuk sementara, masyarakat yang hendak menyeberang harus menggunakan perahu mesin.

"Kami terus berusaha agar persoalan infrastruktur ini dapat ditanggulangi," tegas Ruslan.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved