Berita Muba
Antisipasi Demam Berdarah, Lapas Sekayu Lakukan Pencegahan Dengan Gelar Fogging
Fooging dilakukan setelah adanya laporan dari warga binaan yang menyebutkan banyak aktivitas nyamuk ketika menjelang sore hari.
Penulis: Fajri Ramadhoni | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Lapas Sekayu melakukan fogging di seluruh area lapas sebagai langkah cepat mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah berkoordinasi dengan Dinkes Muba.
- Fogging menyasar blok hunian, perkantoran, dapur, dan lingkungan sekitar menyusul laporan banyaknya nyamuk dari warga binaan.
- Dinkes Muba menegaskan fogging harus dibarengi perilaku hidup bersih untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.
TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Tak ingin warga binaannya terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), Lapas Sekayu bergerak cepat dengan melakukan fogging di seluruh area lapas, Sabtu (31/1/2026).
Langkah ini dilakukan usai pihak lapas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) untuk mencegah penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk.
Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi mengatakan fogging menyasar blok hunian warga binaan, perkantoran, dapur, ruang layanan, hingga lingkungan sekitar lapas yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
"Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan segera melakukan fogging agar risiko penularan DBD bisa ditekan sejak awal. Pencegahan lebih penting dari pada penanganan saat kasus sudah muncul," Aris.
Fooging dilakukan setelah adanya laporan dari warga binaan yang menyebutkan banyak aktivitas nyamuk ketika menjelang sore hari.
Dari laporan tersebut pihaknya melakukan gerak cepat dengan fooging pada blok dan sejumlah tempat.
"Warga binaan juga kita imbau untuk tetap hidup rapih, nyamuk bersarang pada tempat-tempat yang kotor. Oleh karena itu, kebersihan blok juga akan terus kita monitor,"ungkapnya.
Baca juga: Sepanjang 2025, Tercatat 49 Warga PALI Terjangkit Demam Berdarah, Dinkes Minta Warga Jangan Lengah
Baca juga: Sepanjang 2025, 76 Warga Lubuklinggau Terserang Demam Berdarah, Paling Banyak di Simpang Periuk
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr. Zwesty Wisma Devi menyampaikan bahwa fogging menjadi salah satu langkah cepat memutus siklus nyamuk, namun harus dibarengi perilaku hidup bersih.
"Fogging hanya efektif sementara. Yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,"ungkapnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran wahtsapp Tribunsumsel.com
| Warga Ngeluh Jalan di Mekar Jaya Rusak, Pemkab Muba Gandeng Perusahaan Untuk Perbaikan |
|
|---|
| Balita Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Muba, Motor yang Dikemudikan Ayahnya Tabrak Belakang Truk |
|
|---|
| Dari Ilegal ke Legal, 22 Ribu Sumur Minyak di Muba Siap Ditertibkan, Pemilik Wajib Patuhi SOP |
|
|---|
| Saat Berangkat Sekolah, Pelajar Perempuan di Muba Jadi Korban Begal, Alami Luka Meski Motor Selamat |
|
|---|
| Cerita Maimunah Terbantu Pasar Murah Lawang Wetan: Harga di Luar Naik, Di Sini Jauh Lebih Murah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Antisipasi-Demam-Berdarah-Lapas-Sekayu-Lakukan-Pencegahan-Dengan-Gelar-Fogging.jpg)