Berita OKI

Sungai Desa Belanti Dipenuhi Eceng Gondok 1 Meter, Dinas PUPR OKI Terjunkan Alat Berat

Mengingat padatnya material gulma yang bercampur sampah, Dinas PUPR menerapkan strategi pembersihan bertahap agar aliran

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
Tribun Sumsel/Google Play
Alat berat excavator tengah mengurai tanaman gulma eceng gondok setebal satu meter yang memenuhi area sungai berada di bawah jembatan Desa Belanti, Kecamatan Sirah Pulau (Sp) Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 
Ringkasan Berita:
  • Tanaman gulma eceng gondok setebal satu meter memenuhi area sungai berada di bawah jembatan Desa Belanti, Kecamatan Sirah Pulau (Sp) Padang
  • Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terpaksa mengerahkan alat berat untuk membongkar seluas 1 hektar 
  • Pembersihan dilakukan intensif karena cara manual sudah tidak lagi memadai.

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Hamparan tanaman gulma eceng gondok setebal satu meter memenuhi area sungai berada di bawah jembatan Desa Belanti, Kecamatan Sirah Pulau (Sp) Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini tidak lagi bisa dibiarkan.

Dikarenakan tangan manusia tidak dapat lagi mengurai blokade gulma, maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terpaksa mengerahkan alat berat untuk membongkar seluas 1 hektar yang menyumbat aliran sungai guna menghindari ancaman banjir.

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas PUPR OKI, Man Winardi, didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air, Ir. Amir Muhyidin, menegaskan bahwa pembersihan dilakukan intensif karena cara manual sudah tidak lagi memadai.

"Pertumbuhan eceng gondok sangat cepat. Meski sebelumnya sudah dilakukan kerja bakti bersama warga selama beberapa bulan terakhir, penanganan manual tak lagi sebanding. Maka dari itu, kami terjunkan alat berat," ujar Man Winardi sewaktu dihubungi pada Sabtu (28/2/2026) siang.

Mengingat padatnya material gulma yang bercampur sampah, Dinas PUPR menerapkan strategi pembersihan bertahap agar aliran sungai kembali normal.

Baca juga: OKI Siaga, Banjir Kiriman Ancam Kayuagung dan Sekitarnya, Warga Juga Diimbau Waspada Eceng Gondok

Gulma kecil dihanyutkan mengikuti arus air ke hilir, gulma padat dan sampah diangkut kepinggir sungai secara estafet petugas dilapangan.

Pengangkutan akhir material yang sudah terkumpul dimuat ke dalam dump truck untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Masih kita kerjakan terus sampai benar-benar bersih agar fungsi sungai sebagai pengendali banjir kembali maksimal," tegasnya.

Menurutnya, pihaknya menyadari pembersihan hanyalah solusi jangka pendek jika tidak dibarengi dengan manajemen sungai yang lebih luas.

"Segera kami akan berkoordinasi dengan balai besar wilayah sungai (BBWS) Sumatera VII. Tujuannya mendapat dukungan teknis dan penanganan yang lebih komprehensif agar masalah serupa tak terulang dimasa depan," urainya.

"Kami meminta pemerintah desa tetap aktif melakukan pengawasan mencegah penumpukan eceng gondok kembali terjadi di titik yang sama," pungkasnya.

Baca berita lainnya di google news

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved