Berita Pali

Melihat Masjid Jamik Komperta Pendopo PALI, Warisan Sejarah Sejak 1933 Terus Dirawat Hingga Kini

Masjid Jamik Komperta di Talang Ubi Barat Pendopo Kabupaten PALI dibangun pada 1933 dan masih bertahan hingga kini

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Sripoku.com/Mat Bodok
MASJID JAMIK KOMPERTA PALI -- Suasana di Masjid Jamik Komperta di Talang Ubi Barat Pendopo Kabupaten PALI, Sumsel, Senin (23/2/2026). Masjid ini dibangun pada tahun 1933. 

Ringkasan Berita:
  • Masjid Jamik Komperta di Talang Ubi Barat Pendopo Kabupaten PALI dibangun pada 1933 dan masih terawat hingga kini
  • Bangunan masjid dengan nuansa tradisional, dengan interior tidak mencolok, sederhana, dan dilengkapi ruang pendidikan TPA dan ruang inap bagi masyarakat serta musafir
  • Sampai sekarang bangun masjid tetap utuh, seperti struktur semula

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Masjid Jamik Komperta (Komplek Pertamina) di Talang Ubi Barat Pendopo Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) Sumatera Selatan menjadi ikon religi di wilayah ini.

Masjid ini didirikan di atas bukit tinggi (Bukit Tudung) sejak Tahun 1933 oleh PT Stanvac Indonesia, dengan luas bangunan masjid kurang lebih berukuran 20 x 20 meter dengan bahan kayu pilihan.

Bangunan masjid dengan nuansa tradisional, dengan interior tidak mencolok, sederhana, dan dilengkapi ruang pendidikan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an), dan ruang inap bagi masyarakat, musafir yang terlantar.

Untuk diketahui bahwa, bangunan Masjid Jamik Komperta ini, sudah berulang kali dilakukan renovasi, seperti renovasi bagian plafon, dan juga lantai teras, serta tempat pengajian TPA.

Masjid Jamik ini pernah mengalami renovasi besar pada Tahun 1987.

Namun bentuk dan coraknya tetap mempertahankan struktur asli empat pilar kayu berlapis relief, dibagian penyangga guba.

Renovasi juga terjadi baru-baru ini dengan perbaikan plafon, dan pengecatan dinding, dan pemasangan atap teras dan keramik dibagian sisi kiri dan kanan badan masjid.

Ada beberapa poin penting mengenai Masjid Tertua di Bumi Serepat Serasan, yaitu Pilar Utama Masjid Jamik yang memiliki empat pilar utama di bagian dalam yang terbuat dari kayu dan dihiasi relief ukiran karya tukang dari Bali, yang merupakan bagian dari struktur aslinya yang tak tergantikan.

Dan Masjid Jamik ini memiliki dua orang imam yakni, Ustaz Adi Wijaya Kusuma SPdI, dan imam pendamping Ustaz Rahmad Kartolo SPdI. Sedangkan marbot Musriyadi dan Ronadila.

Marbot Musriyadi mengatakan, Masjid Jamik dibangun sejak Tahun 1933, saat itu masih managernya Pertamina bernama Heri Aminanto. 

Sampai sekarang bangun masjid tetap utuh, seperti struktur semula, hanya saja bagian plafon, teras, dan juga tempat pengajian yang baru dibangun.

Menariknya lagi, di areal bangunan masjid, ada dua ruangan kamar untuk ulama, atau musafir, masyarakat yang ingin menginap.

"Ada ruangan, kamar inap ber AC dan kipas angin kamar mandi didalam," katanya disediakan bagi ustadz yang ingin menginap.

Diakuinya Masjid Jamik pada Tahun 1987 pernah dilakukan renovasi besar di mana, bangunan masjid dari bahan material kayu dan papan diganti dengan bangunan permanen.

Termasuk kubah kayu besar di rubah dengan kubah besi yang lebih kecil, tidak menghilangkan bentuk asli Masjid Jamik tetap dipertahankan. 

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved