Berita Prabumulih
Penjelasan RS AR Bunda Prabumulih, Usai Disebut Menolak Pasien Asal PALI, Berujung Meninggal Dunia
Martini menuturkan, memang sejauh ini ada banyak pasien dari Kabupaten Pali yang BPJS Kesehatan nya nonaktif.
Penulis: Edison | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Viral di media sosial, seorang pria mengaku pasien asal PALI ditolak RS AR Bunda Prabumulih hingga meninggal dunia.
- Pihak RS melalui Humas Martini membantah keras tudingan tersebut dan menyebut belum ada identitas maupun data pasien yang dimaksud.
- RS menegaskan tidak pernah menolak pasien, termasuk yang BPJS-nya bermasalah, dan selalu membantu proses administrasi agar tetap dilayani.
Laporan wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sejumlah media sosial di Sumatera Selatan (Sumsel) tengah dihebohkan adanya video pernyataan seorang pria yang mengaku sebagai PALI yang menyebutkan jika ada penolakan pasien ketika hendak dirawat di Rumah Sakit AR Bunda kota Prabumulih karena BPJS Kesehatanya mati.
Mirisnya, atas penolakan tersebut, membuat sang pasien akhirnya meninggal dunia.
Menanggapi video viral tersebut, Humas RS AR Bunda Prabumulih, Martini membantah hal tersebut.
Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi pasti identitas pasien dan kapan dibawa oleh keluarga untuk berobat di rumah sakit AR Bunda kota Prabumulih.
"Pastinya kita tidak ada melakukan penolakan, sampai sejauh ini kami juga masih mencari identitas pasien tersebut dan kapan mereka datang ke RS AR Bunda," ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telpon WhatsApp, Rabu (14/1/2026).
Martini menuturkan, memang sejauh ini ada banyak pasien dari Kabupaten Pali yang BPJS Kesehatan nya nonaktif.
Hal itu seperti dipemberitaan yang berkembang jika memang sekitar 40 ribuan warga PALI BPJS Kesehatannya dinonaktifkan dan mereka tetap datang untuk berobat.
"Sejauh ini tiap pasien yang datang selalu kita layani, kalau BPJS Kesehatan nya bermasalah kita selalu membantu mengarahkan sehingga pasien bisa berobat," katanya.
Baca juga: Imbas Tolak Anak Wali Kota Berobat, RS Bunda Prabumulih Sanksi 18 Nakes, Ada yang Dinonaktifkan
Baca juga: Buntut Diduga Tolak Anak Wali Kota Saat Berobat, DPRD Prabumulih Bakal Panggil Manajemen RS AR Bunda
Karena menurut Martini, ada banyak kasus dihadapi pihaknya karena BPJS Kesehatan pasien nonaktif dengan berbagai kategori seperti menunggak, pindah kelas atau persoalan lainnya.
"Kalau masalah seperti itu biasanya kita arahkan dan petugas kita akan membantu untuk mengurus sehingga nantinya pasien tidak ada kendala ketika berobat," tuturnya.
Lebih lanjut Martini mengaku pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai masalah BPJS Kesehatan para pasien sehingga kedepan setiap pasien yang akan menerima layanan kesehatan dapat dilayani dengan baik.
"Tentunya kita akan terus berkoordinasi dengan semua pihak sehingga tiap pasien masuk ke rumah sakit tidak mengalami kendala khususnya administrasi," katanya.
Seperti diketahui, di media sosial viral adanya warga Pengabuan Kabupaten Pali menyebutkan jika ada pasien warga Kabupaten Pali meninggal dunia karena masuk ke Rumah Sakit Ar Bunda kota Prabumulih tidak mendapatkan pelayanan.
Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung dalam Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
| Trafik Kendaraan di JTTS Meningkat Saat Libur Panjang Akhir Pekan Kenaikan Yesus Kristus |
|
|---|
| Satu Pelaku Kabur, Satres Narkoba Polres Prabumulih Tangkap Pengedar Sabu di Kelurahan Sidogede |
|
|---|
| Petani Asal Lampung Ditangkap di Prabumulih, Usai Kedapatan Membawa Sabu |
|
|---|
| Walikota Larang ASN di Prabumulih 'Live' Sosmed di Jam Kerja, Laporkan Jika Masih Bandel |
|
|---|
| Emak-emak dan Remaja Putri Resah, Usai Viral Marak Pencurian Pakaian Dalam Wanita di Prabumulih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Penjelasan-RS-AR-Bunda-Prabumulih-Usai-Disebut-Menolak-Pasien-Asal-PALI-Berujung-Meninggal-Dunia.jpg)