Siaga Bencana di Sumsel

6 Daerah di Sumsel Siaga Banjir, Warga Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi

Sudirman menambahkan, penetapan status siaga tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten dan kota, tetapi juga telah ditetapkan di tingkat provinsi.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Syahrul Hidayat
BANJIR - Banjir yang Terjadi di Kota Palembang. Ada 50 Titik Genangan di 18 Kecamatan Palembang yang Berlangsung Lebih Dari Satu Hari 

Ringkasan Berita:
  • Intensitas hujan yang meningkat membuat jumlah daerah di Sumsel berstatus siaga banjir dan longsor bertambah menjadi enam, terbaru Kabupaten Ogan Ilir.
  • Lima daerah lain yang lebih dulu siaga yakni OKU, Musi Banyuasin, Prabumulih, Pagar Alam, dan Banyuasin, sementara Sumsel juga telah menetapkan status siaga provinsi.
  • BPBD mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di bantaran sungai dan perbukitan, meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, jumlah daerah yang menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali bertambah. Terbaru, Kabupaten Ogan Ilir resmi menaikkan status kewaspadaannya.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, mengatakan Ogan Ilir kini telah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor. Dengan penambahan tersebut, total ada enam daerah di Sumsel yang berstatus siaga.

“Ogan Ilir baru menetapkan statusnya menjadi siaga bencana banjir dan longsor. Dengan tambahan ini, maka kini sudah enam daerah yang menaikkan status siaga,” kata Sudirman, Senin (15/12/2025).

Sebelumnya, lima daerah yang telah lebih dulu menetapkan status siaga yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba), Kota Prabumulih, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Banyuasin. Wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor saat musim hujan.

Sudirman menambahkan, penetapan status siaga tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten dan kota, tetapi juga telah ditetapkan di tingkat provinsi.

“Penetapan status siaga ini juga telah dilakukan di tingkat provinsi. Sumsel kini sudah berstatus siaga,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Dengan status siaga, pemerintah dapat lebih cepat melakukan mobilisasi sumber daya, menyiapkan peralatan kebencanaan, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi.

“Kita harapkan seluruh daerah menaikkan status siaga menghadapi musim penghujan kali ini,” katanya.

Baca juga: Korban Banjir Aceh Tamiang Terima Bantuan dari Tim Relawan Unsri, Obat-obatan, Sembako & Air Bersih

Baca juga: Waspada Curah Hujan Tinggi dan Air Kiriman, BPBD Musi Rawas Imbau Masyarakat Siaga Banjir

BPBD Sumsel juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan, terutama di daerah aliran sungai dan kawasan perbukitan.

“Masyarakat juga kita imbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan,” kata Sudirman.

“Kita harapkan seluruh daerah menaikkan status siaga menghadapi musim penghujan kali ini,” tambahnya.

BPBD Sumsel mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan, khususnya di daerah aliran sungai dan kawasan perbukitan. Masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Rawan Banjir dan Tanah Longsor

Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)
Musi Banyuasin (Muba)
Kota Prabumulih
Kota Pagar Alam
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Ogan Ilir

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved