Siaga Bencana di Sumsel

Daftar 6 Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor, Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem

Sebanyak enam wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor.

|
Tribunsumsel.com/Syahrul Hidayat
BANJIR - Warga melintasi badan Jalan Talang Gading, RT 11 03 Kecamatan Kalidoni yang terendam air setinggi mencapai betis orang dewasa, usai Palembang diguyur hujan, Sabtu (6/12/2025). Saat ini sudah ada 6 wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menetapkan status siaga banjir dan longsor, Senin (15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Enam wilayah di Sumsel sudah menetapkan status siaga banjir dan longsor
  • Wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor
  • BPBD Sumsel mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan
 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Sebanyak enam wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor.

Menyusul lima wilayah lainnya, Kabupaten Ogan Ilir kini resmi menaikkan status kewaspadaannya.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, mengatakan Ogan Ilir menjadi wilayah keenam di Sumsel yang berstatus siaga.

“Ogan Ilir baru menetapkan statusnya menjadi siaga bencana banjir dan longsor. Dengan tambahan ini, maka kini sudah enam daerah yang menaikkan status siaga,” kata Sudirman, Senin (15/12/2025).

Baca juga: Sejarah Sirene Toren Peninggalan Belanda di Palembang, Bakal Aktif Lagi Jadi Peringatan Dini Bencana

Sebelumnya, lima daerah yang telah lebih dulu menetapkan status siaga yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba), Kota Prabumulih, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Banyuasin.

Wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor saat musim hujan.

Sudirman menambahkan, penetapan status siaga tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten dan kota, tetapi juga telah ditetapkan di tingkat provinsi.

“Penetapan status siaga ini juga telah dilakukan di tingkat provinsi. Sumsel kini sudah berstatus siaga,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Dengan status siaga, pemerintah dapat lebih cepat melakukan mobilisasi sumber daya, menyiapkan peralatan kebencanaan, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi.

“Kita harapkan seluruh daerah menaikkan status siaga menghadapi musim penghujan kali ini,” katanya.

BPBD Sumsel juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan, terutama di daerah aliran sungai dan kawasan perbukitan.

“Masyarakat juga kita imbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan,” kata Sudirman.
 
 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved