Siaga Bencana di Sumsel
Daftar 6 Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor, Antisipasi Hadapi Cuaca Ekstrem
Sebanyak enam wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Enam wilayah di Sumsel sudah menetapkan status siaga banjir dan longsor
- Wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor
- BPBD Sumsel mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Sebanyak enam wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor.
Menyusul lima wilayah lainnya, Kabupaten Ogan Ilir kini resmi menaikkan status kewaspadaannya.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, mengatakan Ogan Ilir menjadi wilayah keenam di Sumsel yang berstatus siaga.
“Ogan Ilir baru menetapkan statusnya menjadi siaga bencana banjir dan longsor. Dengan tambahan ini, maka kini sudah enam daerah yang menaikkan status siaga,” kata Sudirman, Senin (15/12/2025).
Baca juga: Sejarah Sirene Toren Peninggalan Belanda di Palembang, Bakal Aktif Lagi Jadi Peringatan Dini Bencana
Sebelumnya, lima daerah yang telah lebih dulu menetapkan status siaga yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba), Kota Prabumulih, Kota Pagar Alam, dan Kabupaten Banyuasin.
Wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor saat musim hujan.
Sudirman menambahkan, penetapan status siaga tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten dan kota, tetapi juga telah ditetapkan di tingkat provinsi.
“Penetapan status siaga ini juga telah dilakukan di tingkat provinsi. Sumsel kini sudah berstatus siaga,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Dengan status siaga, pemerintah dapat lebih cepat melakukan mobilisasi sumber daya, menyiapkan peralatan kebencanaan, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi.
“Kita harapkan seluruh daerah menaikkan status siaga menghadapi musim penghujan kali ini,” katanya.
BPBD Sumsel juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan, terutama di daerah aliran sungai dan kawasan perbukitan.
“Masyarakat juga kita imbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan,” kata Sudirman.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Potensi Hujan di Lahat Terjadi Hingga Maret, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Bencana |
|
|---|
| Belajar dari Banjir 2024, BPBD Imbau Warga OKU Waspada Kondisi Cuaca dan Pantau Tinggi Muka Air |
|
|---|
| Air Sungai Musi Pasang Diprediksi Hingga 13 Januari 2026, BMKG Imbau Masyarakat Waspada |
|
|---|
| OKU Punya Alat Pendeteksi Tinggi Muka Air Berbasis Digital, Jika Alarm Berbunyi Warga Harus Bersiap |
|
|---|
| Daftar 5 Daerah di Sumsel yang Rawan Terkena Banjir Bandang Hingga Tanah Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/banjir-kalidoni-6-12-2025.jpg)