MBG di Palembang

Melihat Dapur Luas dan Bersih di SPPG Polda Sumsel di Pakri Palembang, Olah Ribuan Makanan

Di sinilah berbagai makanan untuk anggota disiapkan, mulai dari proses memasak, penyimpanan bahan, hingga pendistribusian ke sekolah penerima manfaat.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Rachmat Kurniawan
SPPG -- PIC SPPG (Satuan Penugasan Pelayanan Gizi) Pakri Polda Sumsel, Kaka Rifka Fathoni menunjukkan ruang dapur yang luas dan tempat penyimpanan makanan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/10/2025). Selain luas, air yang digunakan untuk membersihkan bahan baku dan mencuci peralatan difilter 2 kali. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Di area Pakri Polda Sumsel ada dapur yang setiap harinya menjadi tempat aktivitas relawan SPPG (Satuan Penugasan Pelayanan Gizi).

Di sinilah berbagai makanan untuk anggota disiapkan, mulai dari proses memasak, penyimpanan bahan, hingga pendistribusian ke sekolah penerima manfaat.

Dengan luas bangunan sekitar 1052 meter persegi dan berada di atas lahan seluas 2672 meter persegi menjadikan SPPG ini yang terluas dibandingkan SPPG lain yang dikelola Polda Sumsel.

"Sejak Februari 2025, gedung ini mulai direnovasi karena kondisinya sudah rusak dan tidak layak huni. Renovasi dilakukan dengan memedomani alur dan tata ruang sesuai ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kira-kira begitu ya, ini SPPG yang paling luas di Sumsel," ujar Asessor pembangunan SPPG MBG Polda Sumsel, AKBP M Idram Suhairi, Selasa (21/10/2025).

SPPG ini dilengkapi dengan berbagai perlengkapan masak seperti kompor berukuran besar, wajan, panci, filter air, freezer penyimpanan makanan, tempat cuci ompreng hingga tempat cuci bahan baku yang dipisah berdasarkan jenisnya.

Semua tertata rapi mulai dari tempat masuknya bahan baku makanan, pengolahan, penyimpanan, proses memasak, pemorsian, hingga pencucian. Setiap ruangannya menggunakan jendela kaca bening yang ditutup rapat, bahkan di tempat memasak tidak ada jendela untuk menjaga higienis makanan yang dimasak.

Setiap orang yang masuk harus memakai perlengkapan seperti masker, penutup kepala (nurse cap) dan penutup sepatu agar tidak ada makanan atau bahan baku yang terkontaminasi. Bahkan untuk relawannya menggunakan sarung tangan plastik saat berada di dalam.

Baca juga: Kecelakaan Maut Mobil MBG Tertabrak Kereta Api di Bayan Purworejo, Terpental 10 Meter, Sopir Tewas

Baca juga: Guru Penanggung Jawab Program MBG di Sekolah Dapat Insentif Rp 100 Ribu Perhari Dari BGN

- Tempat Bahan Baku Masuk dan Dicuci

Di pintu masuk bahan baku mulai berdatangan sekitar pukul 11:00 WIB dikumpulkan dan akan ditimbang terlebih dahulu sebelum disimpan ke freezer. Sekitar pukul 5 sore tim persiapan akan mulai mencuci dan menyiangi bahan baku di tempat pencucian bahan makanan, dinsini kran wastafel untuk mencuci sayur dan bahan baku hewani dipisah.

Air yang digunakan pun bukan hanya air biasa tapi juga air hangat untuk melindungi bahan baku dari bakteri.

- Penyimpanan di Freezer

Setelah dicuci, bahan baku disiangi atau dipotong sesuai porsi ompreng kemudian disimpan ke dalam freezer sampai nanti tim juru masak bersama chef yang mengolah makanan mulai mengerjakan proses memasak sekitar pukul 03:00 WIB dinihari.

"Bahan baku yang masuk untuk besok saja, jadi kami tidak menyimpan bahan baku, semuanya fresh," ujar Kaka Rifka Fathoni PIC SPPG Polda Sumsel, Selasa (21/10/2025).

- Bagian Dapur

Kemudian di tempat masak ada empat meja besar untuk meletakkan bahan baku yang siap dimasak, serta lima kompor besar beserta dengan wajan. Diatas kompor terpasang tudung asap yang berfungsi menyaring uap dan mengalirkan panas keluar ruangan. Sehingga sirkulasi udara di dapur tetap bersih dan sejuk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved