Berita Palembang

Depresi Usai Cerai, Pria di Palembang Nekat Panjat Tower Setinggi 20 M, Berujung Diselamatkan Damkar

Saat korban berada di ketinggian sekitar 20 meter, warga sekitar yang mengetahui aksinya menjadi heboh dan melaporkannya ke Dinas PBK Kota Palembang.

Tayang:
Penulis: andyka wijaya | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Damkar Palembang
DIEVAKUASI - Depresi Usai Cerai, Pria di Palembang Nekat Panjat Tower Setinggi 20 M, Berujung Diselamatkan Damkar 

Ringkasan Berita:
  • Seorang pria berinisial T (30), warga 11 Ilir Palembang, nekat memanjat tower telekomunikasi setinggi sekitar 20 meter diduga akibat tekanan rumah tangga dan perceraian.
  • Tim Rescue Dinas PBK Kota Palembang melakukan pendekatan persuasif selama hampir dua jam hingga korban berhasil dibujuk turun dengan selamat.
  • Korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk penanganan lanjutan, sementara masyarakat diimbau lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang sekitar.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Aksi penyelamatan dilakukan personel Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PBK) Kota Palembang terhadap seorang pria berinisial T (30), warga Kelurahan 11 Ilir, Palembang, yang diduga mengalami depresi akibat persoalan rumah tangga, Selasa (26/5/2026) sore.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com di lokasi kejadian menyebutkan, korban memanjat tower telekomunikasi yang berada di Jalan Rawa Bendung, Kelurahan 9 Ilir, Palembang.

Saat korban berada di ketinggian sekitar 20 meter, warga sekitar yang mengetahui aksinya menjadi heboh dan melaporkannya ke Dinas PBK Kota Palembang.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Rescue Dinas PBK Kota Palembang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta pendekatan persuasif terhadap korban.

Saat dikonfirmasi, Kasi Penyelamatan dan Rescue PBK Kota Palembang, Denny, mengatakan setibanya di lokasi petugas langsung melakukan komunikasi secara humanis agar korban dapat ditenangkan.

“Begitu menerima laporan, tim Rescue langsung menuju lokasi. Kami melakukan pendekatan secara persuasif dan memberikan pendampingan agar korban merasa lebih tenang dan mau diajak berkomunikasi,” kata Denny, Rabu (27/5/2026) siang.

Denny menjelaskan, proses evakuasi dan pembujukan berlangsung cukup lama, dimulai sekitar pukul 17.50 WIB hingga 19.30 WIB.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan personel Rescue, bantuan pihak terkait, serta dukungan masyarakat sekitar, korban akhirnya berhasil dibujuk untuk turun dan dievakuasi dalam keadaan selamat,” katanya.

Baca juga: Detik-detik Petugas Damkar Tertimpa Tembok Roboh Saat Jinakkan Kebakaran di 14 Ilir Palembang

Aksi korban diduga dipicu tekanan mental akibat persoalan rumah tangga yang berujung perceraian.

Selain itu, selama kurang lebih dua bulan korban disebut tidak diperbolehkan bertemu dengan anaknya oleh mantan istrinya.

Setelah berhasil diamankan, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga serta instansi terkait guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Denny juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi persoalan berat dalam hidup.

“Jika ada keluarga atau kerabat yang mengalami tekanan mental, segera lakukan pendampingan dan jangan ragu meminta bantuan pihak terkait agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah,” tutupnya.

 

 

Baca Berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved