OPINI

Menguatkan Pembangunan Daerah melalui Solusi Nyata dan Berkelanjutan

Dengan semangat kolaborasi, penguatan tata kelola & kepedulian kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah dapat terus menjadi ruang pengabdian bersama

Tayang:
Editor: Lisma Noviani
LISMA/GRAFIS/CANVA
OPINI -- Ilustrasi penulis Opini "Menguatkan Pembangunan Daerah melalui Solusi Nyata dan Berkelanjutan" oleh Dr Rifani Akbar Sulbahri, SE, MM. 

Oleh: Dr. Rifani Akbar Sulbahri, S.E., M.M., M.Ak., Ak., CA., ASEAN CPA., CSRS

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya

TRIBUNSUMSEL.COM --  Pembangunan daerah pada dasarnya adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Ia tidak hanya berbicara tentang jalan, jembatan, gedung, atau fasilitas fisik lainnya, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, pembangunan yang baik perlu hadir dekat dengan kebutuhan warga, menjawab persoalan nyata, serta memberi ruang bagi keberlanjutan di masa depan.

Setiap daerah memiliki karakter, potensi, dan tantangannya masing-masing. Ada daerah yang sedang memperkuat infrastruktur, ada yang fokus pada ketahanan pangan, ada yang mendorong pertumbuhan UMKM, dan ada pula yang terus membenahi kualitas sumber daya manusia.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapat dilihat dengan satu cara pandang saja. Ia perlu dikelola secara terpadu, bertahap, dan melibatkan banyak pihak.

Salah satu hal penting dalam pembangunan daerah adalah kemampuan menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga memperhatikan dampaknya dalam jangka panjang.

Isu Lingkungan

Dalam isu lingkungan, misalnya, persoalan seperti banjir dapat dipahami sebagai isu bersama yang berkaitan dengan tata ruang, daya dukung lingkungan, perilaku masyarakat, serta kesiapan infrastruktur. 

Karena itu, penguatan drainase, penataan kawasan resapan, edukasi lingkungan, dan kesadaran menjaga kebersihan ruang publik menjadi bagian penting dari ikhtiar pembangunan yang berkelanjutan.

Pendekatan seperti ini menempatkan pembangunan bukan hanya sebagai kegiatan fisik, tetapi juga sebagai proses membangun kesadaran bersama.

 Infrastruktur tentu penting, namun keberhasilannya akan semakin kuat apabila didukung oleh partisipasi masyarakat dan tata kelola lingkungan yang baik.

Dengan begitu, pembangunan tidak berhenti pada apa yang tampak, tetapi juga menyentuh perubahan perilaku dan cara masyarakat menjaga ruang hidupnya.

Ketahanan Pangan

Di sisi lain, ketahanan pangan juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah. Pangan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, stabilitas ekonomi, dan daya tahan sosial. 

Penguatan lahan produktif, modernisasi pertanian, pemberdayaan petani, serta distribusi pangan yang efisien dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian daerah. Ketika pangan terjaga, masyarakat akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh dan berkembang.

Ketahanan pangan juga tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga dengan keberlanjutan ekosistem pendukungnya.

 Petani, pasar, jalur distribusi, teknologi pertanian, dan pola konsumsi masyarakat saling terhubung satu sama lain. Oleh sebab itu, penguatan sektor pangan akan semakin bermakna apabila dilakukan dengan melihat hubungan antarsektor secara lebih utuh.

Keberadaan UMKM

Selain pangan, penguatan ekonomi daerah juga banyak ditopang oleh keberadaan UMKM. Dalam banyak situasi, UMKM menjadi ruang hidup ekonomi masyarakat. Ia menyerap tenaga kerja, menggerakkan perputaran ekonomi lokal, dan membuka peluang bagi masyarakat untuk mandiri.

 Penguatan UMKM akan semakin efektif apabila tidak hanya berfokus pada dukungan awal, tetapi juga dilengkapi dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas usaha, pencatatan keuangan sederhana, literasi digital, dan perluasan akses pasar.

Kontribusi Perguruan Tinggi

Pada titik ini, perguruan tinggi memiliki ruang kontribusi yang besar. Melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, akademisi dapat membantu pelaku UMKM memahami manajemen usaha, strategi pemasaran, pencatatan keuangan, penggunaan teknologi digital, hingga penguatan daya saing produk.

 Peran ini bukan untuk menggantikan pihak lain, melainkan menjadi bagian dari kolaborasi yang memperkuat pembangunan daerah.

Pendidikan juga memiliki posisi strategis dalam pembangunan jangka panjang. Daerah yang ingin maju membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga adaptif, kreatif, berkarakter, dan mampu membaca perubahan.

Penguasaan teknologi, kemampuan berpikir kritis, literasi keuangan, serta semangat kewirausahaan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan.

Investasi pada pendidikan pada akhirnya adalah investasi pada masa depan daerah. Ketika kualitas manusia meningkat, maka kemampuan daerah untuk mengelola potensi, menciptakan inovasi, dan menjawab tantangan juga akan semakin kuat. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia perlu terus menjadi perhatian bersama, baik melalui pendidikan formal, pelatihan keterampilan, maupun pembelajaran berbasis pengalaman di masyarakat.

Sosial Budaya

Namun, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada ekonomi, infrastruktur, dan pendidikan. Nilai sosial budaya juga memiliki peran penting dalam menjaga arah kemajuan. Budaya lokal, gotong royong, harmoni sosial, dan identitas daerah merupakan modal sosial yang perlu terus dirawat. 

Kemajuan yang berpijak pada nilai budaya akan memiliki karakter yang lebih kuat, karena masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan itu sendiri.

Dalam banyak hal, nilai gotong royong dan kepedulian sosial menjadi energi yang mampu memperkuat keberhasilan program pembangunan.

Ketika masyarakat merasa memiliki ruang hidupnya, mereka akan lebih terdorong untuk menjaga, merawat, dan melanjutkan manfaat pembangunan. Inilah mengapa pembangunan daerah sebaiknya tidak hanya membangun ruang fisik, tetapi juga merawat ruang sosial.

Ke depan, pembangunan daerah akan semakin membutuhkan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, dan evaluasi yang berkelanjutan.

Evaluasi dapat dipahami sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama agar setiap langkah pembangunan semakin tepat, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan cara ini, pembangunan tidak dipandang sebagai proses yang selesai dalam satu waktu, melainkan sebagai perjalanan panjang yang terus diperbaiki.

Pendekatan berbasis data juga menjadi penting. Data membantu mengenali persoalan dengan lebih jelas, menentukan prioritas, dan melihat sejauh mana manfaat pembangunan dirasakan masyarakat. Sementara itu, kolaborasi membantu menghadirkan beragam sudut pandang dalam mencari solusi. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi.

Sebagai bagian dari masyarakat akademik, perguruan tinggi dapat terus mendukung pembangunan daerah melalui kajian, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengetahuan yang lahir dari kampus akan semakin bermakna apabila dapat memberi manfaat bagi kehidupan publik. Demikian pula, pengalaman masyarakat di lapangan dapat menjadi sumber pembelajaran penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Pembangunan = Kerja Bersama

Pada akhirnya, pembangunan daerah adalah kerja bersama yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan komitmen jangka panjang. Solusi nyata dapat dimaknai sebagai ikhtiar untuk semakin mendekatkan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat. 

Sementara solusi berkelanjutan adalah upaya memastikan bahwa manfaat pembangunan tidak berhenti pada hari ini, tetapi terus memberi nilai bagi generasi yang akan datang.

Dengan semangat kolaborasi, penguatan tata kelola, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah dapat terus menjadi ruang pengabdian bersama.

Daerah yang maju bukan hanya daerah yang tumbuh secara fisik, tetapi juga daerah yang mampu menjaga lingkungan, menguatkan ekonomi masyarakat, merawat budaya, meningkatkan kualitas manusia, dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Baca juga: Link Download Formulir Pendaftaran SPMB Siswa SMK Negeri di Palembang Tahun Ajaran 2026/2027

Baca juga: Link Download Formulir Pendaftaran SPMB Siswa SMK Negeri di Palembang Tahun Ajaran 2026/2027

Baca juga: Dari Kandang ke Aplikasi: Wajah Baru Qurban di Indonesia

Baca juga: Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Resmi dari BPIP: Tema, Logo dan Isi Surat Edaran

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved