Bus ALS Kecelakaan di Muratara

Luka Bakar 50-80 Persen, Pasutri Korban Selamat Bus ALS Terbakar di Muratara Jalani Operasi Hari ini

Ngadiono dan Jumiatun, Pasangan suami istri korban selamat kecelakaan bus ALS di Muratara menjalani operasi di RS Bhayangkara Palembang.

Tayang:
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
KORBAN SELAMAT -- Ngadiono, salah satu korban selamat dari kecelakaan maut Bus ALS di Muratara akan menjalani operasi di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang hari ini, Senin (11/5/2026). Selain Ngadiono, istrinya, Jumiatun juga akan menjalani operasi luka bakar. 

Ringkasan Berita:
  • Ngadiono dan Jumiatun, Pasangan suami istri korban selamat kecelakaan bus ALS di Muratara menjalani operasi debridement di RS Bhayangkara Palembang.
  • Kedua korban dirawat di RSUD Rupit Muratara, lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk mendapat penanganan luka bakar yang lebih intensif.
  • Ngadiono mengalami luka bakar hingga 60 persen, sementara Jumiatun mencapai 80 % , disertai trauma inhalasi.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Tim dokter RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang hari ini akan melakukan tindakan operasi terhadap pasangan suami istri korban selamat dari kecelakaan maut bus ALS dengan truk tangki di Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Senin (11/5/2026).

Kedua korban yakni Ngadiono yang mengalami luka bakar  sekitar 50 persen hingga 60 persen, sedangkan Jumiatun 70 persen hingga 80 persen.

Sebelumnya, kedua korban dirawat di RSUD Rupit Muratara, lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk mendapat penanganan luka bakar yang lebih intensif.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto, mengatakan bahwa operasi yang dilakukan kepada Ngadiono dan Jumiatun adalah debridement atau operasi luka bakar.

"Untuk hari ini, kita melakukan tindakan operasi debridement dua korban hidup yang dirawat. Akan ada beberapa kali operasi debridement," ujar Budi kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, operasi debridement pada luka bakar merupakan prosedur medis untuk mengangkat jaringan kulit yang mati (nekrotik), rusak, atau terinfeksi.

"Tujuannya membersihkan luka, mencegah infeksi lebih lanjut, membuang benda asing, serta mempercepat proses penyembuhan dengan menyisakan jaringan sehat," jelasnya.

Alasan operasi debridement dilakukan kepada korban karena luka bakar yang dialami cukup luas.

Baca juga: Fakta Pilu Kecelakaan Bus ALS Muratara: Dua Jenazah Ditemukan Berpelukan dalam Satu Kantong

BUS TERBAKAR -- Kondisi bus ALS  yang mengalami kecelakaan lalu terbakar di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026).
BUS TERBAKAR -- Kondisi bus ALS yang mengalami kecelakaan lalu terbakar di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). (Facebook/Beni Fernades)

Korban Ngadiono mengalami luka bakar sekitar 50 persen hingga 60 persen, sedangkan Jumiatun 70 persen hingga 80 persen.

"Jadi, masuk dengan diagnosis luka bakar luas serta trauma inhalasi. Makanya operasi dilakukan berkala karena untuk membersihkan sisa jaringan mati akibat luka bakar luas," tutupnya.

Diketahui, kecelakaan maut tersebut mengakibatkan 18 orang meninggal dunia dan 3 orang selamat. 

Dirujuk ke Palembang

Diberitakan sebelumnya, Jumiatun (43), korban kecelakaan maut di Muratara, Sumatra Selatan, tiba di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang usai menempuh jalur darat dengan ambulans, Sabtu (9/5/2026) sekira pukul 01.00 WIB.

Jumiatun dirujuk dari RSUD Rupit untuk menjalani perawatan intensif.

"Benar, satu pasien lagi atas nama Jumiatun dengan mengalami luka bakar 85 persen akibat kecelakaan tersebut sudah tiba ke RS Bhayangkara Moh. Hasan dini hari sekitar pukul 01.00," kata Karumkit RS Bhayangkara Moh. Hasan, Kombes Pol. Budi Susanto kepada Sripoku.com.

 Hingga kini, lanjut dr. Budi, pasien sudah mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RS Bhayangkara Moh. Hasan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved