Bus ALS Kecelakaan di Muratara

Fakta Pilu Kecelakaan Bus ALS Muratara: Dua Jenazah Ditemukan Berpelukan dalam Satu Kantong

Fakta memilukan terungkap dalam proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Istimewa
KECELAKAAN : Kondisi bus ALS hangus terbakar setelah alami tabrakan maut dengan truk tangki di Muratara, Rabu (6/5/2026). Fakta memilukan terungkap dalam proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tim DVI RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang menemukan dua jenazah yang menempel erat dalam satu kantong (PM008).
  • Kondisi seluruh korban dilaporkan mengalami kerusakan jaringan berat hingga tulang hancur lebur akibat panas ekstrem.
  • Polda Sumsel juga tengah mengusut ketidaksesuaian manifes bus ALS yang tercatat hanya membawa 5 orang, namun pada kenyataannya ditemukan total 18 korban di lokasi kejadian.

TRIBUNSUMSEL.COM - Fakta memilukan terungkap dalam proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).

Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang menemukan dua jenazah menempel dalam satu kantong jenazah saat proses pemeriksaan korban.

Karumkit RS Bhayangkara Moh Hasan, Kombes Pol dr Budi Susanto mengatakan, temuan tersebut diketahui ketika petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kantong jenazah berkode PM008.

Awalnya, petugas mengira kantong tersebut hanya berisi satu jenazah karena kondisi tubuh korban saling menempel akibat terbakar hebat.

KECELAKAAN - Hasil Olah TKP, Polisi Simpulkan Penyebab Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Diduga Hindari Lubang
KECELAKAAN - Hasil Olah TKP, Polisi Simpulkan Penyebab Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Diduga Hindari Lubang (Dokumen/Polres Muratara)

Baca juga: Pemprov Sumsel Tanggung Biaya Penginapan Keluarga Korban Kecelakaan Bus ALS Hingga Selesai Hasil DNA

"Pada label penomoran PM008, itu kita menemukan ada dua sampel yang berbeda dalam satu kantong jenazah tadi. Lengket dia," ungkap Kombes Pol. Budi di RS Bhayangkara kepada Tribunsumsel.com.

Setelah dilakukan pendalaman secara ilmiah, tim berhasil mengidentifikasi bahwa salah satu dari jenazah yang menempel tersebut diduga kuat merupakan seorang balita.

"Didapatkan memang dia tidak identik dengan jenazah yang satu lagi. Kemungkinan adalah jenazah balita atau kurang dari lima tahun," tambahnya.

Temuan ini membuat kantong PM008 kini memiliki dua penomoran baru, yakni 08B dan 08C.

Ketika ditanya jenis kelamin kedua body part itu, dr. Budi menambahkan bahwa dirinya belum bisa memastikan.

Ia meminta keluarga korban untuk membantu memberikan data tambahan, seperti baju atau benda milik korban yang mengandung epitel kulit atau sikat gigi, guna mencocokkan profil DNA dengan jenazah yang ditemukan.

Kondisi Jenazah "Hancur Lebur"

Tingkat kerusakan tubuh korban akibat luka bakar menjadi tantangan terberat bagi tim ahli.

Menurut Kombes Pol. Budi, hampir seluruh jenazah yang diterima sudah tidak berbentuk lagi, sehingga identifikasi visual melalui wajah, sidik jari, maupun gigi sangat sulit dilakukan.

Kondisi panas yang ekstrem saat kebakaran terjadi menyebabkan pakaian hingga material bus seperti jok melekat erat pada tubuh para korban.

Bahkan, struktur tulang para korban rata-rata dilaporkan sudah dalam kondisi hancur lebur.

"Kalau secara visual, secara fisik, jaringannya itu lengket hancur, jadi organ reproduksi pun kita tidak bisa mengidentifikasi."

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved