Anggaran Meja Biliar DPRD Sumsel
Anggaran Meja Biliar Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp486,9 Juta, Pengamat : Jelas Lewati Batas Kewajaran
Pakar kebijakan publik dari Unsri, Dr. Muhammad Husni Tamrin menilai anggaran dua meja biliar Rp 486,9 juta DPRD Sumsel melewati batas wajar.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi sekali lagi belum dilaksanakan," jelasnya.
Dari data SIRUP, terdapat juga alokasi rencana pengadaan, terdapat nama paket yang telah dialokasikan melalui satuan kerja Sekretariat DPRD Sumsel yang bersumber dari APBD dengan metode pemilihan e-purchasing dengan waktu pemilihan awal 2026.
Di antaranya untuk pengadaan rumah dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel (Nopianto), mulai dari dua alat sound system masing-masing sebesar Rp200 juta, pengadaan dua roller blind masing-masing Rp319 juta dan Rp315 juta.
Peruntukan anggaran lainnya yang rutin dikeluarkan setiap tahun, seperti belanja jasa tenaga kebersihan pada semester I sebesar Rp1,7 miliar.
Kemudian, jasa tenaga pengemudi DPRD Sumsel semester I sebesar Rp1 miliar. Jasa keamanan mencapai Rp2,3 miliar.
Selain itu, yang jadi sorotan adalah renovasi interior ruangan fraksi yang ada, mengingat renovasi ini sudah dilakukan sejak awal 2025 silam, namun hingga saat ini masih terus berjalan.
Dari tujuh ruangan fraksi yang ada, masih tersisa lima ruangan fraksi lagi yang akan menjalani renovasi interior ruangan fraksi. Yaitu Fraksi PKB, PKS, PAN, Demokrat, dan Golkar yang masing-masing dianggarkan sebesar Rp1 miliar.
Ada juga pengadaan mebel bagi ruang Fraksi Demokrat DPRD Sumsel sebesar Rp2,4 miliar. Sedangkan ruang Fraksi Nasdem dan Gerindra, renovasi sudah selesai dilakukan.
Klarifikasi Ketua DPRD Sumsel
Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Andie Dinialdie, memberikan penjelasan terkait sedang ramainya usulan pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas (rumdin) dua pimpinan DPRD Sumsel.
Seperti diketahui, sesuai data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026.
Alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel sebesar Rp151 juta, dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, sebesar Rp335,9 juta, yang totalnya Rp486,9 juta.
Menanggapi hal tersebut, Andie mengaku berterima kasih atas masukan dan saran dari rekan-rekan media dan masyarakat terkait pengadaan meja biliar di rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel.
"Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama, semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," katanya, Minggu (8/3/2026).
Andie, yang juga Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel ini mengatakan bahwa meja biliar ini nantinya sering digunakan untuk tempat alternatif bagi atlet biliar Sumsel berlatih.
Jadi, selain di tempat yang ada, bisa juga berlatih di rumah dinas.
| Polemik Fasilitas Mewah DPRD Sumsel: Meja Biliar Rp486,9 Juta Dibatalkan, Gorden & Lampu Tetap Jalan |
|
|---|
| DPRD Sumsel Batalkan Pengadaan Meja Biliar Rp 486,9 juta, Ketua Golkar Wihaji: Saya Minta Dibatalkan |
|
|---|
| Golkar Minta Ketua DPRD Sumsel Batalkan Pengadaan Meja Biliar Rp 486,9 Juta, Anggaran Bisa Digeser |
|
|---|
| PDIP Sumsel Sorot Polemik Anggaran Meja Biliar DPRD Sumsel Rp486,9 Juta, Sebut Sebaiknya Dibatalkan |
|
|---|
| Proyek Interior Miliaran Rupiah Jadi Sorotan, Bedah SiRUP LKPP DPRD Sumsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/75-Caleg-DPRD-Sumsel-Terpilih-2024-2029-Dilantik-24-September-52-Diantaranya-Adalah-Muka-Baru.jpg)