Anggaran Meja Biliar DPRD Sumsel

Pengadaan Meja Biliar di Rumdis Pimpinan DPRD Sumsel Dinilai Mubazir, Pengamat: Kesenangan Pribadi

Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik dari UIN Raden Fatah Palembang, Taufik Akhyar, menilai pengadaan tersebut tidak mencerminkan keberpihakan

|
Tribunsumsel.com/ Arief Basuki Rohekan
MEJA BILIAR - DPRD Sumsel Anggarkan 2 Meja Biliar Untuk Rumah Dinas Pimpinannya, Alokasinya Capai Rp 486,9 Juta. Rencana pengadaan meja biliar tersebut tidak mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat 

Ringkasan Berita:
  • Anggaran pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel menuai sorotan dari kalangan akademisi.
  • Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik dari UIN Raden Fatah Palembang, Taufik Akhyar, menilai pengadaan tersebut tidak mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
  • Ia juga menambahkan bahwa para wakil rakyat semestinya menjadi pihak pertama yang memberikan teladan kepada masyarakat, terutama dalam penggunaan anggaran publik.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Anggaran pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumatera Selatan menuai sorotan dari kalangan akademisi.

Sekretariat DPRD Sumatera Selatan diketahui mengalokasikan anggaran sebesar Rp 486,9 juta untuk pengadaan fasilitas tersebut.

Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik dari UIN Raden Fatah Palembang, Taufik Akhyar, menilai pengadaan tersebut tidak mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat, pengeluaran untuk fasilitas hiburan pribadi di rumah dinas tergolong pemborosan.

“Sebagai wakil rakyat jelas itu belanja yang bersifat mubazir. Mubazir dan hanya memikirkan kesenangan pribadi, jauh dari kepentingan rakyat,” kata Taufik saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

ANGGARAN MEJA BILIAR - Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie yang juga Ketua POBSI Sumsel, pada salah satu momen turnamen POBSI Cup dengan total hadiah Rp 61 juta beberapa waktu lalu.
ANGGARAN MEJA BILIAR - Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie yang juga Ketua POBSI Sumsel, pada salah satu momen turnamen POBSI Cup dengan total hadiah Rp 61 juta beberapa waktu lalu. (Dokumen/Andie Dinialdie)

Ia menilai, di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh masyarakat, para pimpinan lembaga legislatif seharusnya lebih menunjukkan empati dan kepekaan terhadap situasi yang dihadapi publik. 

Menurut Taufik, situasi nasional dan global saat ini masih diwarnai berbagai tantangan ekonomi dan politik yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Karena itu, kebijakan anggaran yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan publik berpotensi menimbulkan persepsi negatif.

“Di tengah kondisi nasional dan global di mana rakyat diliputi keprihatinan ekonomi dan politik, hal ini menunjukkan pimpinan DPRD sama sekali tidak peka terhadap apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa para wakil rakyat semestinya menjadi pihak pertama yang memberikan teladan kepada masyarakat, terutama dalam penggunaan anggaran publik.

“Seharusnya wakil rakyatlah yang pertama memberi contoh dan memberikan optimisme kepada publik, terutama di bulan suci Ramadan seperti saat ini,” katanya.

Penjelasan Ketua DPRD Sumsel Soal Anggaran Meja Biliar Capai Rp 486,9 Juta di Rumah Dinas Pimpinan

Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Andie Dinialdie, SE MM memberikan penjelasan, terkait sedang ramainya usulan pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas (rumdin) dua pimpinan DPRD Sumsel.

Seperti diketahui, sesuai data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukan Ketua DPRD Sumsel sebesar Rp151 juta, dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp335,9 juta, yang totalnya Rp486,9 juta.

Menanggapi hal tersebut, Andie mengaku berterima kasih atas masukan dan saran dari rekan-rekan media dan masyarakat, terkait pengadaan meja biliar di Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel.

"Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," katanya, Minggu (8/3/2026).

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved