Dugaan Pungli Oknum Dishub di Palembang

Oknum BPTD Sumsel Bantah Terima Rp100 Ribu, Relawan Banten: Saya Diperintahkan Taruh Uang "di Atas"

Relawan Banten korban dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan

Tayang:
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/Tangkapan layar Ig @sanusitandisandi
RELAWAN BANTEN VIRAL - Tangkapan layar video Ig @sanusitandisandi, Sabtu (10 Januari 2026). Relawan Banten korban mengklarifikasi soal dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan Kelas II saat melakukan perjalanan ke Aceh Tamiang, Aceh, di Terminal Karya Jaya Palembang, Sumatera Selatan. 

"Transaksi gelap di warung. Buat ngenyangin perut, yah begitulah. Kita mau jalan lagi," ujarnya lagi.

Diketahui, kalau bus tersebut merupakan rombongan relawan gabungan dari Fesbuk Banten Peduli, dan Petualang Rescue.

Mereka membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Yakni, melalui kegiatan bersih-bersih masjid dan musala, trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana.Serta mereka juga akan menyalurkan bantuan berupa 1.250 Al-Qur'an dan lqro, 1.000 mukena, 1.000 sajadah, 1.000 peci, 1.000 baju koko, serta 100 meter karpet.

Namun, perjalanan terganggu keesokan harinya, Rabu 7 Januari 2026, saat kendaraan minibus Elf yang mereka gunakan dihentikan mendadak di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Pengemudi kendaraan, Rizki Nur Habibi, menjelaskan petugas meminta kelengkapan surat kendaraan. SIM dan STNK dapat ditunjukkan, namun dokumen KIR fisik tertinggal.

Rizki menegaskan kendaraan tersebut sedang membawa bantuan kemanusiaan, dan pihaknya sudah jelaskan tujuan ke Aceh dan membawa bantuan.

Diminta Rp100.000

Rizki Nur Habibi, pengemudi minibus Isuzu ELF yang membawa bantuan dan relawan dari Banten menuju Aceh mengaku diminta petugas membayar uang jalan Rp150.000

Awalnya, rombongan hanya memberikan Rp50.000.

Namun, petugas disebut sempat memberikan ancaman dengan mengatakan perjalanan mereka masih jauh dan apabila ingin aman, harus membayar sesuai jumlah yang diminta.

Tidak ingin permasalahan tersebut menghambat kelancaran perjalanan bantuan kemanusiaan, Rizki dan rombongan akhirnya menambahkan Rp50.000, sehingga total uang yang diberikan kepada petugas menjadi Rp100.000.

"Kami sudah jelaskan ini bantuan untuk Aceh, dokumen sudah jelas dan lengkap masih saja dipersulit," ujar perekam.

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved