Dugaan Pungli Oknum Dishub di Palembang

Relawan yang Alami Dugaan Pungli Oknum Petugas BPTD Sumsel Sedang Membawa Alquran, Iqro, Sajadah

Peristiwa tersebut kemudian direkam dan diunggah ke media sosial hingga menjadi perhatian publik.

Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
Instagram/fesbukbanten
PUNGLI -- Tangkap layar video di akun instagram fesbukbanten yang diposting, Rabu (7/1/2026). Memperlihatkan seorang relawan (kiri) yang viral disebut menjadi korban pungli bersama oknum dishub di Palembang. Kadishub Palembang kini buka suara, Kamis (8/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Petugas BPTD Sumatera Selatan membantah tudingan pungutan liar terhadap rombongan bantuan kemanusiaan dari Banten ke Aceh yang viral di media sosial.
  • Petugas mengaku hanya menerima dua minuman kaleng dari sopir, bukan uang.
  • BPTD Sumsel meminta pembuat video melakukan klarifikasi dan menegaskan akan menempuh langkah hukum jika tuduhan tersebut terus mencemarkan nama baik institusi.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Petugas yang terekam dalam video viral yang menyebut kendaraan yang mengangkut bantuan untuk korban kemanusian Aceh asal Banten yang melintas di Palembang dan diminta uang oleh petugas berseragam di depan Terminal Karya Jaya akhirnya memberi penjelasan.

Kendaraan mini bus itu berisi petugas dan tim SAR juga bantuan berupa bersih-bersih masjid dan musala, trauma healing untuk anak-anak penyintas bencana, bantuan logistik keagamaan berupa 1.250 Al-Qur’an & Iqro, 1.000 mukena, 1.000 sajadah, 1.000 peci, 1.000 baju koko dan 100 meter karpet.

Rombongan relawan dari Banten melakukan perjalanan menuju Aceh Tamiang pada Selasa (6/1/2026) namun, pada Rabu (7/1/2026), perjalanan tersebut sempat terganggu setelah kendaraan minibus ELF yang mereka gunakan dihentikan di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Peristiwa tersebut kemudian direkam dan diunggah ke media sosial hingga menjadi perhatian publik.

Petugas BPTD Sumatera Selatan yang bertugas di depan Terminal Karya Jaya saat kendaraan angkutan bantuan kemanusiaan dari Banten menuju Aceh melintas pada Rabu, 7 Januari 2026 ada tiga orang yakni RM Adi Rawijaya, Agung Febrianysah dan Arie Natanegara.

Dalam pengakuannya, Adi Rawijaya mengatakan, tidak menerima uang apa pun dari sopir, seperti yang disebutkan dalam video yang beredar sebelumnya.

Dia hanya menerima dua botol minuman kaleng yang diberikan oleh sopir sebagai bentuk ucapan terima kasih atas bantuan yang mereka berikan.

Menurut Adi, para petugas saat itu membantu mengarahkan sopir untuk mengurus administrasi kelengkapan kendaraan, karena STNK kendaraan jenis ELF yang digunakan telah mati.

Setelah dilakukan pengecekan, kendaraan tersebut memang terdaftar dengan STNK tidak aktif atau sudah mati masa berlakunya, sehingga petugas menyarankan agar surat kendaraan segera diurus kembali agar kendaraan layak jalan.

Adi membantah keras adanya penerimaan uang dari sopir. Ia menegaskan bahwa dalam rekaman video yang beredar juga tidak terlihat adanya penyerahan uang kepada petugas.

Adi juga menyebut mereka tidak mengambil surat menyurat dari mobil tersebut dan sopir juga mengakui sendiri bahwa STNK mobil mati.

"Kami tidak menerima uang sepeser pun dari sopir, yang kami terima cuma minuman dua kaleng dan buktinya satu minuman itu masih saya simpan ada fotonya," ujar Ardi, petugas BPTD Sumsel yang ada di lapangan saat itu, Kamis (8/1/2026).

Oleh karena itu, Ardi meminta kepada pembuat video agar segera memberikan klarifikasi atas pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya, karena hal tersebut menyangkut nama baik pribadi petugas serta institusi BPTD Sumatera Selatan.

Baca juga: Oknum Petugas BPTD Sumsel Viral Diduga Pungli ke Relawan, Disebut Bertransaksi di Warung

Baca juga: 3 Petugas BPTD Diperiksa di Ruang Terkunci Buntut Dugaan Pungli ke Relawan Bawa Bantuan ke Aceh

Ia menegaskan, apabila klarifikasi tidak segera dilakukan dan informasi tersebut terus beredar sehingga mencemarkan nama baik BPTD Sumatera Selatan, maka pihaknya menyerahkan langkah hukum selanjutnya pada atasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved