Dugaan Pungli Oknum Dishub di Palembang

Pengakuan Petugas di Palembang yang Viral Disebut Pungli ke Relawan : Diberi 2 Minuman Bukan Uang

Ardi, petugas BPTD Sumsel membantah disebut melakukan pungli di Terminal Karya Jaya, Kertapati, Palembang ke relawan yang hendak ke Aceh.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribunsumsel.com/Hartati
PENGAKUAN -- Ardi (tengah) bersama dua rekannya sesama petugas BPTD Kelas II Sumsel diperiksa hari ini, Kamis (8/1/2026). Ketiga petugas ini diperiksa pasca viralnya dugaan pungli di Terminal Karya Jaya, Palembang terhadap relawan asal Banten yang hendak ke Aceh. 

Ringkasan Berita:
  • Ardi, petugas BPTD Sumsel membantah disebut melakukan pungli ke relawan yang hendak ke Aceh
  • Meski begitu, Ardi mengakui bahwa sopir dari rombongan relawan tersebut memberikan dua buah minuman kaleng bukan uang Rp150.000 seperti yang disebutkan di video
  • Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sumatera Selatan, John Lee meminta pembuat video juga menyampaikan klarifikasi

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Petugas BPTD Kelas II Sumatera Selatan yang viral disebut melakukan pungutan liar (pungli) kepada relawan pembawa bantuan untuk Aceh menyampaikan klarifikasi. 

Ardi, petugas BPTD Sumsel yang ada di lapangan saat itu membantah keras adanya pungli yang berupa uang ke para relawan tersebut. 

Meski begitu, Ardi mengakui bahwa sopir dari rombongan relawan tersebut memberikan dua buah minuman kaleng bukan uang Rp150.000 seperti yang disebutkan di video.

Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas video viral yang menyebut para relawan asal Banten yang hendak ke Aceh menjadi korban pungli saat melintas di Terminal Karya Jaya, Kertapati, Palembang. 

"Kami tidak menerima uang berapa pun dari sopir, yang kami terima cuma minuman dua kaleng dan buktinya satu minuman itu masih saya simpan, ada fotonya," ujar Ardi, Kamis (8/1/2026). 

Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sumatera Selatan, John Lee mengatakan ada tiga petugas yang diperiksa. 

Baca juga: Sosok Oknum Viral di Palembang Diduga Pungli ke Relawan Bawa Bantuan ke Aceh, Petugas BPTD II Sumsel

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, ketiga petugas menyatakan tidak ada penerimaan uang sebagaimana yang dinarasikan dalam video.

“Berdasarkan penuturan tiga petugas tersebut, surat-surat dan kelengkapan kendaraan minibus ELF yang diperiksa semuanya mati atau tidak sesuai lagi, kemudian pengemudi kemudian meminta bantuan agar perjalanannya menuju Aceh dapat diperlancar,” ujar John Lee pada Tribunsumsel.com, Kamis (1/8/2025).

Jhon Lee menjelaskan, petugas kemudian membantu perjalan itu dan sopir memberikan dua buah minuman kaleng bukan uang Rp150.000 seperti yang disebutkan di video.

Jhon Lee berharap pembuat video memberikan klarifikasi baru yang menyatakan tidak ada petugas menerima uang itu, sebab jika masih ada yang mencemarkan nama BPTD Kelas II Sumatera Selatan dengan tuduhan pungutan liar maka akan diambil langkah langkah hukumnya.

"Kita sudah periksa petugas dan tidak terbukti sehingga meminta juga agar diluruskan atau disampaikan bahwa tidak benar dugaan pungli itu, kepada pembuat video juga agar mengklarifikasi hal itu karena mencemarkan nama BPTD Sumsel," tutupnya.

Diketahui, para relawan tersebut hendak ke Aceh dengan membawa bantuan berupa Al-Qur’an dan barang lainnya.

Ada juga petugas yang akan membersihkan Masjid di Aceh. 

Dalam rekaman yang beredar, relawan menyebut kendaraan yang mereka tumpangi, yakni minibus ELF, dimintai uang sebesar Rp150.000 oleh petugas berseragam Dinas Perhubungan di depan Terminal Karya Jaya sebagai uang pelancar perjalanan menuju Aceh.

Disebut 'Transaksi Gelap' di Warung

Aksi pungli ini diketahui dari curahan hari relawan wanita yang mengatakan bahwa bus kendaraan mereka dihentikan oknum petugas Dishub saat berada di Palembang. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved