Dugaan Pungli Oknum Dishub di Palembang

Sosok Oknum Viral di Palembang Diduga Pungli ke Relawan Bawa Bantuan ke Aceh, Petugas BPTD II Sumsel

Oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di Palembang yang melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap relawan pembawa bantuan

Tayang:
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/Tangkapan layar Ig @resbukbanten
DUGAAN PUNGLI - Tangkapan layar yang memperlihatkan diduga oknum petugas di Palembang memberhentikan para pengendara. Oknum tersebut diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap relawan pembawa bantuan bencana ke Aceh. Mereka ternyata dari anggota Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan. 

Ringkasan Berita:
  • Rombongan relawan kemanusiaan asal Banten yang hendak menyalurkan bantuan ke Aceh Tamiang diduga menjadi korban pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas di depan Terminal Karya Jaya, Kertapati, Palembang, pada Rabu (7/1/2026).
  • Petugas diduga mengarahkan sopir bus untuk masuk ke sebuah warung guna melakukan "transaksi gelap".
  • Oknum tersebut diduga mematok biaya sebesar Rp150 ribu. Berdasarkan keterangan relawan, tarif untuk mobil kecil biasanya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

TRIBUNSUMSEL.COM - Oknum petugas yang melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap relawan pembawa bantuan bencana ke Aceh, merupakan anggota Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan.

Aksi pungli itu diketahui terjadi di depan kawasan Terminal Karya Jaya Kecamatan Kertapati Palembang, pada Rabu (7/1/2026).

Dalam video yang beredar dijelaskan, kendaraan rombongan yang terdiri dari Fesbuk Banten News, Forum Potensi SAR Banten, Aksi Semangat Peduli, dan Petualang Rescue kena pungli tersebut dipatok membayar Rp 150 ribu kepada oknum petugas.

Padahal para relawan membawa bantuan bencana ke Aceh dari Banten.

PUNGLI -- Tangkap layar video di akun instagram fesbukbanten yang diposting, Rabu (7/1/2026). Memperlihatkan seorang relawan (kiri) yang viral disebut menjadi korban pungli bersama oknum dishub di Palembang. Kadishub Palembang kini buka suara, Kamis (8/1/2026).
PUNGLI -- Tangkap layar video di akun instagram fesbukbanten yang diposting, Rabu (7/1/2026). Memperlihatkan seorang relawan (kiri) yang viral disebut menjadi korban pungli bersama oknum dishub di Palembang. Kadishub Palembang kini buka suara, Kamis (8/1/2026). (Instagram/fesbukbanten)

Kepala Dishub Palembang Agus Supriyanto menjelaskan bahwa petugas yang ada di kawasan Terminal Karya Jaya itu bukan dilakukan jajarannya, melainkan dari pihak BPTD.

"Rencana hari ini kami bersama KA BPTD akan memanggil yang bersangkutan, untuk klarifikasi terkait masalah tersebut," tandasnya.

Baca juga: Breaking News: 3 Petugas Diamankan Pasca Oknum Dishub di Palembang Pungli Relawan Hendak ke Aceh

Penjelasan BPTD Sumsel

Sementara, Kasi Lalu Lintas BPTD Sumatera Selatan, Jhon Lee angkat bicara terkait video viral dugaan oknum melakukan pungutan liar (pungli) yang menyeret nama institusi mereka.

Mewakili Kepala Balai, Jhon Lee membenarkan bahwa petugas yang terekam dalam video tersebut adalah personil mereka.

Saat ini, oknum yang terlibat telah dipanggil guna menjalani pemeriksaan di Kantor BPTD Kelas II Sumatera Selatan (Balai Pengelola Transportasi Darat) di Jalan Bypass Alang-Alang Lebar, Palembang.

"Saya mewakili Kepala Balai BPTD Kelas II Sumsel, terkait video viral itu memang benar sudah kita panggil yang bersangkutan hari ini. Terkait permasalahan itu, akan kita dalami lebih lanjut apakah yang bersangkutan bersalah atau tidak," ujar Jhon Lee saat memberikan keterangan resmi kepada Tribunsumsel.com, pada Kamis, (8/1/2026).

Jhon menegaskan bahwa mereka memiliki komitmen yang sama dengan kementerian untuk memberantas segala bentuk praktik ilegal di lapangan. 

Pihak juga akan memberikan sanksi tegas jika terbukti adanya unsur pungutan liar (pungli) dalam insiden tersebut.

"Yang jelas, kami BPTD maupun kementerian akan menindaklanjuti terhadap dugaan pungli ini. Kalau memang terbukti dia melakukan pungli, akan dilakukan tindakan tegas," lanjutnya dengan nada tegas.

Berdasarkan pengamatan pada video yang beredar, teridentifikasi ada empat orang petugas yang berada di lokasi kejadian.

Pihaknya memberikan rincian bahwa personil yang berada di titik tersebut, yakni tiga dari BPTD dan satu petugas dari Dishub Palembang dengan pembagian tugas yang juga berbeda.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved