MBG di Sumsel
Lipsus : Siswa Libur di Sumsel Tetap Dapat MBG, Sekolah Bisa Koordinasi dengan SPPG
Meski aktivitas belajar di sekolah ditiadakan, distribusi asupan gizi bagi siswa tetap dilaksanakan dengan penyesuaian pola pengiriman.
Ringkasan Berita:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang tetap berjalan selama libur sekolah
- Distribusi dilakukan pada Senin dan Kamis, menggunakan kombinasi makanan basah dan kering.
- Layanan bagi ibu hamil, menyusui, bayi, dan balita tetap berjalan setiap hari tanpa perubahan sebagai kelompok prioritas.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Dinas Pendidikan Kota Palembang memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur semester ganjil, Natal, dan Tahun Baru (Nataru).
Meski aktivitas belajar di sekolah ditiadakan, distribusi asupan gizi bagi siswa tetap dilaksanakan dengan penyesuaian pola pengiriman.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Prafanca, menjelaskan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), distribusi MBG selama libur sekolah akan menggunakan skema kombinasi makanan basah dan makanan kering.
"Program tetap dilaksanakan, namun polanya disesuaikan. Kami memberikan fleksibilitas kepada pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan SPPG di wilayah masing-masing mengenai teknis penerimaannya," ujar Affan, Minggu (21/12/2025).
Pola Distribusi "Senin dan Kamis"
Untuk menjaga efisiensi selama masa libur yang berlangsung mulai 21 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, distribusi diatur sebagai berikut:
Senin: Petugas mendistribusikan makanan basah (ompreng) untuk dikonsumsi hari itu juga, sekaligus mengirimkan makanan kering (paket) untuk jatah hari Selasa dan Rabu.
Kamis: Petugas kembali mengirimkan makanan basah, dibarengi dengan pengiriman makanan kering untuk jatah hari Jumat dan Sabtu.
Affan menekankan bahwa pihak sekolah tidak dipaksa untuk mengikuti program ini selama masa libur.
"Jika sekolah memang ingin libur penuh dan tidak menerima MBG, silakan. Namun, jika ingin tetap menerima, kami sangat mempersilakan dengan koordinasi teknis bersama SPPG setempat," tambahnya.
Standar Gizi Tetap Terjaga
Meskipun sebagian menu diberikan dalam bentuk makanan kering atau paket kemasan, standar gizi tetap menjadi prioritas utama. Sesuai petunjuk teknis (juknis), paket tersebut harus mengandung kombinasi nutrisi yang seimbang, seperti roti, telur, susu, dan buah-buahan.
Kebijakan ini diambil berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025. Selain sekolah negeri, pola distribusi ini juga akan menyesuaikan dengan kalender akademik sekolah swasta yang memiliki jadwal libur berbeda.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan anak-anak di Palembang tetap mendapatkan asupan gizi yang optimal guna mendukung pertumbuhan mereka, meskipun sedang tidak berada di lingkungan sekolah.
Dinamika di Lapangan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak berhenti total selama masa libur sekolah Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Meski ada penyesuaian untuk peserta didik, layanan bagi kelompok prioritas seperti ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), serta bayi dan balita (B3) tetap berjalan normal tanpa jeda.
Dinamika penyaluran MBG di lapangan saat ini sangat bergantung pada koordinasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak satuan pendidikan masing-masing.
Kelompok B3 Jadi "Harga Mati"
Berbeda dengan siswa sekolah yang kalender makannya mengikuti jadwal akademik, kelompok prioritas B3 tetap menerima asupan gizi setiap hari. Hal ini ditegaskan oleh sejumlah pengelola dapur MBG di Palembang.
Evie, salah satu penyedia dapur MBG, menyatakan bahwa komitmen untuk ibu hamil dan balita tidak mengalami perubahan. "Untuk kelompok prioritas B3, penyaluran tetap dilakukan setiap hari seperti biasa. Tidak ada perubahan meski sekolah libur," tegasnya, Sabtu (20/12/2025).
Hal senada diungkapkan oleh Teddy, Mitra SPPG TPH Sofyan Kenawas di Kecamatan Gandus, serta Ketua Yayasan Pelita Panca Utama, Tuti Ismiyarti. Keduanya sepakat bahwa kelompok B3 tetap menjadi prioritas utama yang layanannya harus terus berjalan demi memastikan pencegahan stunting tetap optimal.
Fleksibilitas untuk Siswa Sekolah
Untuk kategori anak sekolah, penyaluran MBG dilakukan secara adaptif melalui dua skema besar:
Makanan Kering: Di beberapa sekolah, MBG tetap diberikan namun dalam bentuk makanan kering yang bisa diambil secara berkala.
Siti, salah seorang wali murid, mengonfirmasi hal ini.
"Di sekolah anak saya diinformasikan MBG tetap ada selama libur, tapi berupa makanan kering yang diambil ke sekolah," tuturnya.
Henti Sementara: Sebagian sekolah memilih untuk menghentikan layanan sepenuhnya selama libur atas kesepakatan bersama orang tua. Bony, orang tua siswa di SD Islam Fatimah, mengaku mendukung kebijakan ini.
"Sekolah sudah menginformasikan saat libur tidak ada MBG. Kami mendukung karena anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah bersama keluarga," katanya.
Menunggu Kesepakatan Teknis
Pihak pengelola dapur kini tengah mematangkan mekanisme distribusi selama libur agar tetap memenuhi standar gizi. "Kemungkinan besar dalam bentuk makanan kering seperti telur, susu, atau biskuit bergizi, namun mekanismenya masih dibahas bersama sekolah," tambah Evie.
Langkah ini menunjukkan bahwa meski aktivitas belajar mengajar di kelas berhenti sejenak, semangat pemerintah untuk menjaga kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi tetap terjaga dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Menu Dikirim Dua Kali Seminggu
Selama libur panjang Natal dan Tahun Baru, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo tetap berjalan dan tidak dihentikan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, Nurya Hartika Sari MSi mengatakan, distribusi MBG selama libur sekolah bersifat adaptif bergantung pada kebijakan masing-masing sekolah, dengan menyesuaikan kalender akademik yang berlaku.
Berdasarkan SKB Nomor 527 Tahun 2025 yang mengatur tentang pedoman pembagian MBG pada hari libur sekolah, pola pembagian MBG dibagi menjadi dua jenis, yakni makanan siap santap dan makanan dalam kemasan.
Mengacu pada petunjuk teknis (juknis), pengaturan jadwal distribusi dilakukan sebagai berikut yakni pada hari Senin dilakukan pengantaran makanan siap santap, sekaligus pengantaran makanan dalam kemasan yang diperuntukkan bagi hari Selasa dan Rabu.
Selanjutnya, pada hari Kamis kembali dilakukan pengantaran makanan siap santap, yang juga dibarengi dengan makanan dalam kemasan untuk hari Jumat dan Sabtu.
Skema tersebut merupakan ketentuan dan juknis yang telah ditetapkan, namun bisa sama penerapannya di lapangan tetap disesuaikan dengan kesiapan dapur MBG dan kesepakatan bersama pihak sekolah.
"Meski demikian, mekanisme distribusi MBG tetap dikembalikan pada kesepakatan antara pihak sekolah dan dapur MBG masing-masing," katanya pada Tribun Sumsel, Minggu (21/12/2025).
Walaupun terdapat opsi makanan kering atau kemasan selama libur panjang sekolah, menu dan proses distribusi MBG wajib tetap memenuhi standar dan prinsip program MBG.
Standar tersebut mencakup kombinasi karbohidrat, serat, dan protein, serta harus memenuhi angka kecukupan gizi anak.
Untuk menu buah, dipilih buah yang tahan lebih lama, seperti jeruk, salak, atau pisang bukan buah yang tidak tahan disimpan dalam waktu lama.
Karbohidrat berupa nasi juga dapat diganti dengan roti gandum atau sumber karbohidrat lainnya, sementara protein tetap harus tersedia, misalnya telur atau dapat diganti dengan susu.
Seluruh pengaturan menu dan distribusi disesuaikan dengan kondisi serta kesiapan masing-masing dapur MBG yang telah diatur standar gizinya agar tetap memenuhi standar.
"Seusai namanya makan bergizi gratis, jadi presiden Prabowo ingin mengentaskan stunting dan menyiapkan emas generasi bangsa, sehingga program tetap berjalan meski libur sekolah," katanya.
Baca juga: Lipsus : Belasan Ribu Lampu Jalan Mati di Palembang, Bayar Listrik PJU Rp 6 Miliar Perbulan
Baca juga: Lipsus : Gagal Ginjal Mengintai Usia Produktif di Sumsel, 70 Persen Dipicu Diabetes dan Hipertensi
SPPG Baturaja Distribusi untuk Balita dan Ibu Hamil
Selama masa libur sekolah yang berlangsung mulai 15 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baturaja Lama melakukan penyesuaian distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk sementara, suplai makanan ke sekolah dihentikan dan dialihkan sepenuhnya untuk kelompok prioritas.
Kepala SPPG Baturaja Lama (Catering Tina), Dodi Pratama, menjelaskan bahwa selama siswa libur, layanan MBG hanya menyasar kelompok Balita, Ibu Hamil (Bumil), dan Ibu Menyusui (Busui).
"Selama libur sekolah ini, kami tidak menyuplai MBG ke sekolah. Dananya tetap aman di akun virtual masing-masing dengan pengawasan ketat. Fokus kami saat ini adalah pemenuhan gizi untuk Posyandu," ujar Dodi saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Jangkauan Layanan dan Skema Distribusi
SPPG Baturaja Lama melayani total 15 sekolah dan 6 Posyandu di wilayah Kecamatan Baturaja Timur. Sekolah yang menerima suplai meliputi jenjang TK, SD, hingga SMP, seperti SMPN 1 OKU, MTs Negeri 1 OKU, hingga sekolah swasta seperti SD Xaverius Baturaja.
Khusus untuk kelompok Balita, Bumil, dan Busui, pendistribusian dilakukan melalui enam Posyandu, di antaranya Posyandu Mawar, Duku, Aster Melati, Delima, Teratai, dan Anggrek. Skema distribusinya dilakukan dua kali seminggu, yakni pada hari Senin dan Kamis.
"Pada hari Senin dan Kamis, mereka menerima menu basah berupa nasi ompreng lengkap dengan lauk-pauk. Sedangkan untuk hari lainnya, diberikan menu kering seperti susu, roti, dan buah-buahan," jelas Dodi mengenai teknis pembagian gizi selama masa libur.
Penegasan Dinas Pendidikan
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, H. Kadarisman, S.Ag., M.Si., membenarkan bahwa jadwal libur sekolah dimulai sejak pertengahan Desember hingga awal Januari 2026.
"Sesuai kalender akademik, libur sekolah berlangsung hingga 3 Januari 2026. Selama periode ini, suplai Makan Bergizi Gratis untuk siswa sekolah memang diliburkan sementara dan akan kembali normal saat kegiatan belajar mengajar dimulai," pungkas Kadarisman.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Eksklusif
Multiangle
Meaningful
Liputan Khusus Tribun Sumsel
Aku Lokal Aku Bangga
Lokal Bercerita
mata lokal menjangkau indonesia
Affan Prafanca
MBG
| Kualitas MBG Dikeluhkan Tak Seragam, Pemprov Sumsel Minta Dapur Wajib Ikuti Standar |
|
|---|
| Menu dan Harga MBG Harus Transparan, BGN Wajibkan Satuan Pelayanan Punya Media Sosial |
|
|---|
| Operasional 55 SPPG di Sumsel Terancam Dihentikan, Diberikan Waktu Sebulan untuk Miliki SLHS |
|
|---|
| Sebanyak 361 SPPG di Sumsel Sudah Bersertifikat Laik Higiene Sanitasi, Berikut Rinciannya |
|
|---|
| Jadi Syarat Wajib, dari 506 Dapur SPPG di Sumsel, Baru 206 Kantongi Sertifikat SLHS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Lipsus-Siswa-Libur-di-Sumsel-Tetap-Dapat-MBG-Sekolah-Bisa-Koordinasi-dengan-SPPG.jpg)