MBG di Sumsel
Menu dan Harga MBG Harus Transparan, BGN Wajibkan Satuan Pelayanan Punya Media Sosial
Langkah ini diambil untuk merespons keluhan masyarakat terkait variasi menu dan kesesuaian nilai anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- BGN mewajibkan seluruh SPPG memiliki akun media sosial untuk transparansi menu dan anggaran program MBG.
- Wakil Kepala BGN Irjen Pol. Sony Sonjaya menegaskan selama Ramadan pembagian MBG harus dilakukan setiap hari (tidak dirapel), dengan menu kering untuk sekolah reguler dan distribusi jelang berbuka untuk pesantren.
- Gubernur Herman Deru menyebut Sumsel siap mendukung MBG karena surplus pangan seperti telur dan ikan air tawar berkat program kemandirian pangan daerah.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) untuk memiliki akun media sosial sebagai sarana transparansi kepada publik.
Langkah ini diambil untuk merespons keluhan masyarakat terkait variasi menu dan kesesuaian nilai anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. Sony Sonjaya, menyatakan bahwa setiap SPPG wajib memiliki akun di platform Facebook, Instagram, dan TikTok. Akun tersebut nantinya berfungsi sebagai wadah pelaporan harian yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
"Mulai pekan depan, setiap SPPG wajib melaporkan menunya secara terbuka. Apa makanannya, bagaimana kandungan gizinya, hingga berapa harga bahan pangannya," ujar Sony dalam Rapat Konsolidasi MBG di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (28/2/2026).
Publik Berhak Awasi Harga Bahan Pangan
Sony menekankan bahwa transparansi ini bertujuan agar program tetap akuntabel.
Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian harga bahan pangan yang diunggah dengan harga pasar, mereka dipersilakan untuk mempertanyakannya langsung ke SPPG terkait.
"Misalnya harga pisang Rp1.500 tetapi ditulis Rp2.500, masyarakat boleh protes. Inovasi menu juga harus dilakukan. Pengelola bahkan boleh meminta masukan dari siswa mengenai menu yang diinginkan agar lebih variatif," tambahnya.
Mekanisme Selama Ramadan
Menghadapi bulan suci Ramadan, BGN memastikan program MBG tetap berjalan. Untuk sekolah reguler, makanan akan diberikan dalam bentuk menu kering yang dapat dibawa pulang setiap hari. Sedangkan untuk pondok pesantren atau boarding school, distribusi dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.
"Pembagian tetap dilakukan setiap hari, bukan sekaligus untuk tiga hari. Ini harus menjadi perhatian seluruh pengelola," tegas Sony.
Sumsel Mandiri Pangan, Pasokan MBG Aman
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyebut Sumsel menjadi salah satu provinsi yang minim komentar negatif terkait implementasi program MBG.
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesiapan daerah dalam menjaga ketersediaan bahan pangan. Seluruh kebutuhan bahan untuk MBG, tersedia di Sumsel tanpa harus mengandalkan impor dari luar daerah maupun luar negeri," katanya.
Menurut Deru, konsistensi pemerintah daerah dalam membangun kemandirian pangan menjadi faktor penting. Sejak November 2021, Pemprov Sumsel telah mencanangkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
"Masyarakat diberikan bibit ayam, ikan, dan komoditas lainnya. Selain itu masyarakat menanam kebutuhan sehari-hari seperti cabai, bawang, dan komoditas pokok lainnya," katanya.
Saat MBG masuk, semua orang sibuk dan sempat khawatir harga akan naik. Ternyata Sumsel tidak, karena sudah punya kemandirian pangan. Jadi suplai dan demand tetap terjaga.
| Kualitas MBG Dikeluhkan Tak Seragam, Pemprov Sumsel Minta Dapur Wajib Ikuti Standar |
|
|---|
| Operasional 55 SPPG di Sumsel Terancam Dihentikan, Diberikan Waktu Sebulan untuk Miliki SLHS |
|
|---|
| Sebanyak 361 SPPG di Sumsel Sudah Bersertifikat Laik Higiene Sanitasi, Berikut Rinciannya |
|
|---|
| Jadi Syarat Wajib, dari 506 Dapur SPPG di Sumsel, Baru 206 Kantongi Sertifikat SLHS |
|
|---|
| Lipsus : Siswa Libur di Sumsel Tetap Dapat MBG, Sekolah Bisa Koordinasi dengan SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/BGN-Tegaskan-MBG-Saat-Ramadan-Tak-Dirapel-Wajib-Dibagikan-Setiap-Hari.jpg)