Lampu Jalan di Palembang Mati

Lipsus : Belasan Ribu Lampu Jalan Mati di Palembang, Bayar Listrik PJU Rp 6 Miliar Perbulan

Warga sendiri berhak mendapatkan fasilitas ini karena ikut menyumbang iuran melalui Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Tayang:
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
ILUSTRASI - Grafis Belasan Ribu Lampu Jalan Mati di Palembang, Bayar Listrik PJU Rp 6 Miliar Perbulan 

Ringkasan Berita:
  • Ketidakmerataan PJU di Palembang memicu keluhan warga karena banyak jalan utama dan permukiman masih gelap, bertolak belakang dengan slogan “Palembang Terang Benderang” dan berdampak pada keamanan serta keselamatan
  • Dishub Palembang mencatat 13–15 ribu unit PJU rusak dari sekitar 58 ribu titik terpasang
  • Kebutuhan ideal mencapai 75 ribu titik, meski warga rutin membayar Pajak Penerangan Jalan.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Slogan "Palembang Terang Benderang," terasa kontras dengan realitas gelap yang masih menyelimuti banyak ruas jalan penghubung dan permukiman warga. Ketidakmerataan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terkesan hanya fokus di pusat kota, kini menjadi keluhan utama yang menyeruak dari berbagai penjuru.

Subhan, salah satu ketua RT di kawasan Sukawinatan, menyuarakan pentingnya PJU sebagai lapisan pertama keamanan. Ia berharap lampu jalan selalu menyala stabil saat malam hari, dan setiap keluhan atau kerusakan ditindaklanjuti dengan cepat.

“Keberadaan PJU sangat penting karena berfungsi untuk meminimalkan tindak kejahatan dan risiko kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Ancaman di Jalan Utama yang Gelap

Salah satu ruas jalan vital yang disorot adalah Jalan HM Noerdin Pandji. Meski merupakan jalur padat, lampu penerangan jalan di sini kerap padam di malam hari. Kondisi ini sangat membahayakan, mengingat jalan ini sepi setelah larut malam dan sering dilintasi kendaraan bertonase besar dengan kecepatan tinggi.

“Tolonglah, Pak. Lampunya jangan hidup-mati terus. Kalau bisa hidup terus malam hari, apalagi hujan. Bahaya kalau lampu padam, gelap total, dan menghalangi jarak pandang pengendara,” kata Subhan, menggambarkan ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Ironisnya, warga juga mengeluhkan fenomena PJU yang menyala di siang hari namun padam saat malam tiba, seperti yang terjadi di Jalan Noerdin Pandji atau di bawah tiang LRT Jakabaring. Situasi ini dinilai sebagai pemborosan energi yang tidak tepat sasaran.

Perjuangan Pulang di Tengah Kegelapan

Harapan akan penerangan yang merata bukan hanya sekadar estetika kota, melainkan kebutuhan mendasar akan rasa aman. Warga berharap pemasangan PJU menjangkau hingga ke lorong-lorong permukiman dan jalan-jalan kecil, bukan hanya terpusat di kawasan downtown.

Di Perumahan Taman Asri Gandus, misalnya, warga harus berjuang melawan kegelapan saat kembali ke rumah. Silvi, seorang warga, menceritakan pengalamannya yang penuh kekhawatiran.

“Seperti kami di perumahan Taman Asri Gandus ini, lampu jalannya kerap mati padahal padat penduduk di sini dan masih Palembang,” keluh Silvi.

Silvi, yang sering pulang kerja larut malam sekitar pukul 23.00 WIB, terpaksa mencari celah terang. Ia harus membuntuti mobil lain yang masuk ke kompleksnya demi panduan cahaya. Meski tahu gelap, ia tetap memilih rute terdekat, yakni lewat Tanjung Barang, dan mengabaikan lampu yang padam karena rute lain jauh lebih memutar.

“Rawan dan waswas juga melintas sebab gelap. Ngeri ada begal sembunyi di tempat gelap dan sepi. Kalau terang kan jadi tidak khawatir lagi walau pulang kerja malam hari,” harapnya.

Harapan Silvi dan warga Palembang lainnya sederhana: agar slogan "Palembang Terang Benderang" benar-benar menjadi realitas yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, hingga di depan lorong rumah mereka masing-masing.

15 Ribu unit PJU Rusak 

Salah satu layanan publik yang kerap dikeluhkan warga Palembang adalah minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU). Kalaupun ada, lampu jalan sering padam.

Warga sendiri berhak mendapatkan fasilitas ini karena ikut menyumbang iuran melalui Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved