Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

7 Anggota Brimob Polda Metro Jaya Pelindas Ojol saat Demo Terbukti Langgar Etik, Langsung Ditahan

Tujuh anggota Brimob terbukti melanggar kode etik profesi terkait kendaraan taktis(rantis) Brimob melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21)

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
KOMPAS.com / IRFAN KAMIL
BRIMOB LINDAS OJOL-Konferensi pers Divisi Propam Polri terkait pemeriksaan 7 anggota Brimob yang menjadi terduga pelanggar pelindas ojek online di kantor Divpropam Polri, Jumat (29/8/2025).  Tujuh anggota Brimob terbukti melanggar kode etik profesi terkait insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21).  

Pengakuan Sopir Rantis 

Salah satu anggota yang merupakan sopir rantas Brimob, mengaku jika kendaraan yang dikendarainya berhenti di tengah kerumunan, maka seluruh penumpang di dalamnya akan dihakimi oleh massa pendemo.

Pada momen tersebut, massa sudah melempari rantis Brimob menggunakan batu dan bom molotov, klaim dirinya.

 "Jadi itu di jalan kan pertigaan, di kiri ada massa, di kanan massa, di depan massa dekat pom bensin. Itu mobil kalau saya berhentikan, habis pak. Pasti habis karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai cone block, pakai bom molotov," ujarnya dikutip dari YouTube Kompas TV.

Ia mengaku dalam kondisi tersebut, hanya memikirkan bagaimana menyelamatkan anggota lain yang berada di dalam rantis Brimob tersebut.

Kemudian, dirinya menyebut adanya perintah dari atasan yang juga berada di dalam rantis untuk tetap berjalan.

Namun, karena massa yang sudah berkerumun di sekitar lokasi, rantis Brimob pun tidak bisa bergerak.

"Saya harus berjuang terus, pokoknya harus selamat ini. Lima menit telat, habis kita pak. Soalnya massa sudah banyak gitu," ujarnya.

Baca juga: Murkanya Prabowo Sebut Insiden Driver Ojol Dilindas Rantis Brimob Harus Jadi Tanggung Jawab Aparat

 Terkait peristiwa saat melindas Affan, sopir tersebut mengaku tidak tahu adanya orang di depan rantis Brimob yang dikendarainya.

Dia kembali menegaskan hanya memikirkan keselamatan anggota lain yang berada di dalam rantis Brimob.

"Saya tidak mengetahui posisi korban karena saya tidak memperhatikan orang kanan-kiri," katanya.

Singkat cerita, tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis tersebut pun berhasil lolos dari kepungan massa.

Perintah Prabowo

Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatiannya terhadap insiden pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas oleh kendaraan taktis (Rantis) Baraccuda Brimob Polri dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025).

Prabowo menyampaikan duka belasungkawa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved