Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Jaket Ojol Robek Jadi Saksi Bisu, Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Antar Pesanan Makanan

Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online yang tewas tragis setelah dilindas kendaraan taktis milik Brimob saat

Editor: Moch Krisna
Kolase/Istimewa/Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
JAKET OJOL - Pihak keluarga Affan Kurniawan (21) menunjukkan jaket ojol yang terakhir dikenakan korban saat berada di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). 

Hal itu direalisasikan Affan dengan kerja kerasnya saat mengumpulkan pundi pundi rupiah.

"Dia kerja dari pagi sampai malam," ujarnya bergetar.

Lebih lanjut, Zulkifli bercerita jika kenangan terakhirnya bersama sang anak terjadi ketika sama-sama sedang memanaskan motor.

Akan tetapi untuk soal curha kehidupan pribadinya, Affan lebih sering bercengkrama dengan ibundanya.

"Terakhir ketemu pukul 11.00 WIB kemarin, waktu orderan mulai sepi," jelasnya.

Zulkifli mengaku tak menyangka putranya yang dikenal penurut turut menjadi korban dalam aksi unjuk rasa yang tak ia lakukan.

Dia bersaksi jika Affan kala itu hanya keluar untuk mencari nafkah, untuk dirinya dan keluarga yang sehari-hari tinggal di sebuah kontrakkan kecil Menteng.

"Dari dia (sebagian besar ekonomi), dia yang bantu mama. Saya juga kalau enggak punya duit, minta sama dia. Kalau namanya ojol kan kadang ada kadang enggak," katanya.

Zulkifli berujar, hanya Affan lah yang menjadi tumpuannya selama ini. Sebab dia selalu memberi tanpa orangtuanya meminta.

"Itu keadaan saya. Pas saya susah-susah yang enggak punya uang apa. Tumpuan saya dia," ujarnya.

"Udah sering saya minta sama dia. Takutnya dia enggak mau ngasih pikiran saya gitu, pas udah saya ngomong, 'Dek, pinjamin ini bapak uang Rp 750.000 buat bayar motor'," lanjut Zulkifli lirih.

"(Affan bilang) 'Ya udah mana rekeningnya?' Dia langsung enggak ada ngomong lagi," imbuhnya.

Kini, kepergian Affah sangatlah membuat Zulkifli terpukul. Sebab, hati putranya yang hangat dan tulus membuat rasa kehilangan semakin sulit diterima oleh ia dan keluarga.

Ia bahkan tak mampu membendung kesedihannya kala tubuh sang putra sudah menyatu dengan tanah di TPU Karey Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Saya cuma minta keadilan aja," tuturnya menutup obrolan sebelum menyolatkan jenazah putranya

(*)

 

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved