Berita Kemenkum sumsel

Pelatihan Bahasa Isyarat 'Ketika Tangan Bicara, Dunia Mendengarkan' Wujud Pelayanan Kemenkum Sumsel

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Pelatihan Bahasa Isyarat dengan tema “Ketika Tangan Berbicara, Dunia Mendengarkan”.

Tayang:
Dokumentasi/Kemenkum Sumsel
PELATIHAN BAHASA ISYARAT -- Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Pelatihan Bahasa Isyarat dengan tema “Ketika Tangan Berbicara, Dunia Mendengarkan”, Rabu (3/12/2025). 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Pelatihan Bahasa Isyarat dengan tema “Ketika Tangan Berbicara, Dunia Mendengarkan”.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas, khususnya masyarakat Tuli, Rabu (3/11/2025).

Kegiatan berlangsung di Aula Musi Kemenkum Sumsel dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari PNS, CPNS, PPPK, serta Duta Layanan Kanwil Kemenkum Sumsel.

Pada kesempatan ini, Ketua Pelaksana Tommy menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahasa isyarat, memperkuat kemampuan komunikasi visual, serta mendorong sikap inklusif di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Tommy menjelaskan bahwa peserta akan mempelajari berbagai materi, mulai dari pengenalan dunia Tuli, perbedaan SIBI dan BISINDO, etika komunikasi, hingga praktik langsung berupa isyarat abjad, angka, kosakata dasar sehari-hari, pemanfaatan ekspresi wajah dan gerakan tubuh, serta simulasi percakapan.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki kemampuan dasar untuk berkomunikasi dengan masyarakat Tuli sehingga setiap layanan yang diberikan dapat diterima tanpa hambatan,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sumatera Selatan, yaitu Iwan Oktarianto yang didampingi oleh juru bahasa isyarat Faisal Fani, M.I.Kom.

Setelah pembukaan acara, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para narasumber serta sesi praktik interaktif yang melibatkan seluruh peserta.

Para narasumber juga menekankan pentingnya memahami budaya Tuli untuk menghindari miskomunikasi dan mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bulan Mahardika Subekti, secara resmi membuka kegiatan pelatihan.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa bahasa isyarat bukan hanya gerakan tangan, tetapi jembatan komunikasi dan simbol kesetaraan.

Beliau menyampaikan bahwa komunikasi adalah hak dasar setiap individu, sehingga instansi pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang ramah dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Pelayanan publik yang baik adalah pelayanan yang dapat menjangkau semua orang tanpa terkecuali. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa kita hadir bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berkomunikasi dengan cara yang berbeda,” tegasnya.

Kakanwil juga berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam tugas sehari-hari, sehingga pelayanan publik di Kanwil Kemenkum Sumsel semakin inklusif dan humanis.

Ia menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan panitia atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi pegawai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved