Plafon SDN 183 Palembang Jebol

Viral Plafon di Ruang Kelas SDN 183 Palembang Jebol, Berulang Kali Difoto Tapi Belum Juga Diperbaiki

Viral beredar di media sosial kondisi SD Negeri 183 Palembang yang berada di Sei Selayur Kalidoni yang disebut memprihatinkan.

Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Hartati
SEKOLAH RUSAK - SDN 183 di Sei Selayur Kalidoni rusak sehingga harus dipasang tali larangan melintas karena kondisi plafon jebol dan nyaris runtuh, Kamis (8/8/2025). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Viral beredar di media sosial kondisi SD Negeri 183 Palembang yang berada di Sei Selayur Kalidoni yang disebut memprihatinkan.

Terlihat plafon yang berada di teras kelas itu jebol dan berlubang sehingga bahkan kayu yang menjadi penyangga plafon juga lapuk membuat bagian plafon nyaris roboh.

Ternyata kondisi sekolah yang rusak itu memang ada dan cukup banyak.

Bahkan satu lokal sekolah itu nyaris tidak bisa difungsikan lagi karena rusak.

Hanya dua ruangan di satu lokal itu yang masih dioperasikan saat ini, itu juga terpaksa karena kadang masih kerap banjir saat hujan deras karena atap bocor.

Ruangan yang masih bisa difungsikan itu hanya kelas 5A dan ruang guru.

Sedangkan ruang kelas 5B dan perpustakaan rusaknya sudah sangat parah karena atap seng sekolah berlubang sehingga berimbas ke plafon yang jebol karena air masuk yang akhirnya mekar dan rusak.

Petugas kebersihan sekolah itu Jamila mengatakan karena plafon rusak parah sehingga baru hari ini dipasang tali sebagai pembatas agar anak-anak tidak lagi melintas di bawah teras sekolah itu.

Sebab sekolah sudah berulang kali mengimbau anak-anak agar jangan bermain atau melintas di teras yang plafonnya rusak, tapi tetap saja tidak didengar murid.

"Baru tadi dipasang talinya sebab sudah sering diberi tahu tapi masih saja ada anak yang main di bawah itu (plafon rusak)," kata Jamila, Jumat (8/8/2025).

Baca juga: Miris, SDN 71 Pagar Alam Hanya Dapat 1 Siswa Baru Tahun Ajaran Ini, Total Murid Hanya 15

Baca juga: Inspektorat Pastikan Kepsek SDN 85 Palembang Terbukti Lakukan Kekerasan Verbal, Ungkap Temuan Lain

Dia menuturkan, kerusakan plafon ini sudah lama dan juga dilaporkan sekolah ke dinas terkait bahkan juga sudah ada tiga kali petugas survei dan memfoto plafon rusak tapi sampai sekarang belum kunjung diperbaiki.

Bahkan karena kerusakan ini, ruang perpustakaan dinonaktifkan sementara juga ruang kelas 5B juga dinonaktifkan dan dijadikan gudang sementara sebab plafon yang rusak sudah sangat parah.

Dikhawatirkan jika ruang kelas itu masih difungsikan akan membahayakan keselamatan siswa dan guru di kelas saat proses belajar mengajar.

Sehingga hanya ruang kelas 5A dan ruang guru saja yang masih difungsikan. Itu juga masih tetap bocor saat hujan.

"Anak-anak harus pembersihan dulu mengeringkan kelas, menimba air jika bekas hujan sebab bocornya banyak dan deras membuat ruang kelas banjir," kata Jamila.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved