Berita Viral

Kronologi Bentrokan di Pemalang saat Ceramah Rizieq Shihab, 5 Orang Luka-luka, Ini Kata Bupati

Pada Rabu (22/7/2025) malam terjadi bentrok saat ceramah Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq dalam acara peringatan bulan Muharam di Desa

Kolase: Tribunnews.com/Ashri Fadilla dan TribunJateng.com/Istimewa
BENTROK DI PEMALANG - (Kiri) Pengajian yang menghadirkan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Sihab (HRS) di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang berujung ricuh, pada Kamis (24/7/2025) dini hari dan (Kanan) Rizieq Shihab berorasi di mimbar Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (2/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pada Rabu (22/7/2025) malam terjadi bentrok saat ceramah Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq dalam acara peringatan bulan Muharam di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, ini kronologinya. 

Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI‑LS) dan Front Persatuan Islam (FPI), dulu Front Pembela Islam adalah dua ormas yang terlibat dalam insiden ini. 

Sementara sosok Rizieq Shihab adalah mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), organisasi masyarakat (ormas) Islam yang telah dibubarkan pemerintah pada 30 Desember 2020.

5 orang mengalami luka-luka terkait insiden bentrokan di ceramah Habib Rizieq tersebut. 

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, membenarkan jumlah korban luka dalam bentrok antara massa FPI dengan PWI LS tersebut. 

Namun, kata Anom, angka tersebut belum pasti karena masih dilakukan pendataan.

"Jumlah korban belum pasti. Tapi, sementara, masih lima orang yang mengalami luka-luka," ucap Anom, Kamis (24/7/2025), dilansir TribunBanyumas.com.

Kronologi Kejadian

Bentrokan antara FPI dan PWI LS ini, berawal dari penolakan kehadiran Rizieq Shihab dalam acara peringatan bulan Muharam di Desa Pegundan, Pemalang.

Pihak Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah yang menolak kehadiran Rizieq Shihab, kemudian diduga mengerahkan massa ke lokasi acara.

Lantas, mereka yang berhasil menyusup di tengah blokade polisi mulai melempar batu, kayu, botol ke arah panggung.

Kejadian tersebut, sontak memicu kemarahan massa diduga anggota eks FPI yang ada di lokasi.

Kemudian, mereka memburu orang-orang diduga anggota PWI LS. Bentrokan pun tak terhindarkan. 

Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa massa terlihat membawa senjata tajam.

Masih mengutip Tribun Banyumas, Ketua DPD PWI-LS Kabupaten Pemalang, Wahyudin mengimbau agar pengurus PWI-LS untuk tidak terprovokasi dan terbawa emosi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved