Berita Palembang

Jalan dari Banten Hendak ke Mekah, Setelah 15 Hari Jamal Kini Tiba di Palembang

Pemandangan tak biasa terlihat di Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang, pada Rabu (16/4/2025) sore.

Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Syahrul Hidayat
JALAN KE MEKAH - Jamal warga Pandeglang Banten jalan kaki ke Mekah tiba di Jembatan Ampera, Rabu (16/4/2025) sore. Perjalanan kaki dimulai 3 Syawal 1446 H. Selama 15 hari tiba di Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemandangan tak biasa terlihat di Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang, pada Rabu (16/4/2025) sore.

Seorang pria dengan ransel sederhana dan berbalut bendera merah putih tampak berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dengan kamera ponselnya sambil melakukan siaran langsung di Instagram.

Dialah Jamal (34), seorang warga Pandeglang, Banten, yang tengah menjalankan sebuah perjalanan spiritual luar biasa: berjalan kaki menuju Tanah Suci Mekkah.

Dengan tekad bulat dan keyakinan akan ridho Allah SWT, Jamal memulai perjalanannya dari Banten pada 3 Syawal 1446 Hijriah, bertepatan dengan 3 April 2025.

Setelah menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih 15 hari, ia akhirnya tiba di Palembang dan melintasi megahnya Jembatan Ampera.

"Alhamdulillah dengan ridho Allah dan kekuasaan Allah kita tiba di Palembang setelah menempuh jalan kaki selama 15 hari," ujar Jamal dengan wajah tampak lelah namun penuh semangat saat ditemui di sekitar Jembatan Ampera, Rabu (16/4/2025) sore.

Ayah dari empat orang anak ini awalnya berencana melakukan perjalanan bersama seorang teman, namun, takdir berkata lain.

"Tiga Syawal dimulai dengan dibantu kawan-kawan. Karena kawan dak kuat dan belum diizinkan akhirnya saya sendiri jalan kaki dari Banten dan kini tiba di Palembang," ungkapnya.

Baca juga: Kabar Terbaru Misca Mancung Artis Cilik Emak Ijah Pengen ke Mekah, Kini Jualan Parfum dan Gelang

Baca juga: Sosok Shella Saukia Crazy Rich Aceh Naik Koper Listrik di Mekah Tuai Cibirian, Pengusaha Skincare

Selama perjalanan yang melelahkan, Jamal mengandalkan kebaikan hati warga sekitar dan memanfaatkan mushalah dan masjid sebagai tempat beristirahat di malam hari.

"Warga yang ditemui pada baik semua. Saya kalau malam istirahat tidur di masjid atau mushalah, minta izin sama pengurus dan diperbolehkan," tuturnya.

Setibanya di Palembang, Jamal berencana untuk bermalam di Masjid Agung Palembang sebelum melanjutkan perjalanannya.

"Semoga diterima ya," harapnya tulus.

Perjalanan Jamal tidak berhenti di Palembang.

Ia akan melanjutkan langkah kakinya menuju Batam.

Di sana, ia berharap dapat bertemu dengan pejalan kaki lainnya dari berbagai daerah dengan niat dan tekad yang sama sebelum bersama-sama mengurus dokumen untuk menyeberang ke Malaysia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved