Berita Palembang

Atasi Banjir Palembang, Pemkot Palembang Bakal Perluas 3 Kolam Retensi di DAS Bendung

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan melakukan pelebaran dan pendalaman tiga kolam retensi dengan bantuan dari Kementerian PUPR pada tahun 2026

Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
KOLAM RETENSI - Kolam retensi Simpang Polda Sumsel yang menjadi salah satu program pelebaran dan pendalaman pada tahun 2026 untuk mengantisipasi banjir di Palembang 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Palembang bekerja sama dengan Kementerian PUPR melakukan pelebaran dan pendalaman tiga kolam retensi di Sub DAS Bendung, yakni retensi Simpang Polda, Talang Aman, dan Seduduk Putih mulai Mei 2026.
  • Proyek Rp425 M didanai program NUFReP bertujuan untuk mengoptimalkan sistem polder dan pompanisasi guna mengatasi masalah banjir di Kecamatan Ilir Timur I, Kemuning, dan Ilir Timur III.
 

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan melakukan pelebaran dan pendalaman tiga kolam retensi dengan bantuan dari Kementerian PUPR pada tahun 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya penanganan banjir di Palembang yang menjadi masalah klasik saat musim hujan, termasuk beberapa hari terakhir yang cukup parah melanda sejumlah titik.

Dalam pemetaan wilayah, titik banjir ini masuk dalam sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendung.

Tiga kolam retensi tersebut berada di Simpang Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Talang Aman, dan Seduduk Putih.

Wali Kota Palembang menyebutkan perluasan kolam retensi tahun ini difokuskan pada tiga titik di Sub DAS Bendung.

"Salah satu titik kolam retensi yang diperlebar dan diperdalam adalah Simpang Polda yang saat ini dalam tahap lelang dan akan mulai konstruksi pada Mei. Jika sudah tanda tangan kontrak, maka Kantor DPM-PTSP Sumsel harus pindah," katanya.

Ia menjelaskan, jika proyek ini terwujud, maka penanganan banjir di tiga kecamatan, yakni Ilir Timur I, Kemuning, dan Ilir Timur III, dapat terselesaikan.

"Retensi ini terhubung dengan sistem pompanisasi Sungai Bendung. Selama ini hanya dua pompa yang berfungsi, nanti semuanya bisa beroperasi dan menyedot air dari tiga kecamatan tersebut," jelasnya.

Perluasan kolam retensi ini merupakan bantuan dari Kementerian PUPR dengan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang, Korlena, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pendampingan bantuan teknis Technical and Program Implementation Support Consultant (TEPIS) dalam program National Urban Flood Resilience Program (NUFReP).

"Program ini bertujuan mendukung pengurangan risiko banjir di Indonesia dan dilaksanakan sejak 2023 hingga 2028 melalui Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, dan Kementerian PPN/Bappenas," ujarnya.

Ia menjelaskan, NUFReP bertujuan mengurangi risiko banjir melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur pengendali banjir seperti drainase utama perkotaan, sistem polder, kolam retensi, dan bangunan pendukung lainnya.

"Awalnya program ini dilaksanakan di enam kota, yaitu Medan, Semarang, Banjarmasin, Manado, Gorontalo, dan Bima. Pada 2025 bertambah 10 lokasi baru, termasuk Kota Palembang," jelasnya.

Terkait program ini, fokus di Palembang adalah pendalaman dan perluasan tiga kolam retensi di Simpang Polda, Talang Aman, dan Seduduk Putih.

"Total anggaran mencapai Rp425 miliar untuk penanganan DAS Bendung, termasuk penguatan turap, perluasan drainase, dan pekerjaan lainnya. Anggaran ini bersumber dari bantuan Bank Dunia kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR, yang pelaksanaannya di Palembang dilakukan oleh BBWS Sumatera VIII," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved