Haji 2026

Kisah Sofiah, Guru Ngaji di Plaju yang Nabung 40 Tahun di Bawah Kasur hingga Berhasil Berangkat Haji

Selama 40 tahun menabung dari mengajar ngaji tanpa tarif, Sofiah akhirnya berangkat haji di usia 72 tahun.

Tribunsumsel.com/Syahrul Hidayat
PERGI HAJI - Guru ngaji privat, warga Gang Mulya Plaju, Sofiah S (72) berpamitan dengan anak dan cucu serta keluarga yang menghantarnya menuju Asrama Haji Embarkasi Palembang, di Kompleks Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (25/4/2026) siang. Sofiah Bersama 303 jemaah haji dari KBIH Al Multazam Palembang ini tergabung dalam Kloter 4 Palembang dan berangkat Minggu (26/4/2026) pukul 12.00 langsung menuju Madinah. SYAHRUL HIDAYAT 

Ringkasan Berita:
  • Sofiah S (72), seorang guru privat Al-Qur'an asal Plaju, Palembang, menjadi salah satu jemaah haji Kloter 4 yang berangkat ke Tanah Suci setelah menabung selama 40 tahun dari penghasilan mengajar yang tidak menentu.
  • Meski hanya mengandalkan uang sukarela dari murid-muridnya yang ditabung secara tradisional di bawah kasur, ketekunan Sofiah membuahkan hasil hingga ia mampu melunasi biaya haji yang didaftarkannya sejak 2013.

 

TRIBUNSUMSEL.COM -  Di antara ratusan jemaah calon haji yang memadati kompleks Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (25/4/2026), sosok Sofiah S (72) tampak tenang.

Perempuan paruh baya asal Palembang, Gang Mulya, Plaju ini adalah salah satu dari 304 jemaah kloter 4 Embarkasi Palembang yang tergabung dalam KBIH Al Multazam.

Bagi Sofiah, keberangkatan haji tahun ini bukan sekadar perjalanan ibadah biasa.

Ini adalah muara dari kesabaran yang ia pupuk selama empat dekade.

Sejak usia 30 tahun, Sofiah memiliki tekad bulat untuk ke Tanah Suci.

Profesi sebagai guru privat Al-Qur'an yang ia geluti sejak usia 20-an menjadi sumber penghasilan utamanya.

Uniknya, Sofiah tidak pernah mematok tarif kepada murid-muridnya.

“Aku nabung untuk naik haji ini 40 tahun. Dari usia 30 tahun mulai nabung. Sudah dapat 26 juta aku setorke dan daftar sekitar tahun 2013. Lanjut nabung lagi untuk nambahin hingga berangkat ini. Sehari kadang-kadang 50 ribu, seadanya dapat. Kita juga kan ngajar ngaji ikhlas. Ada diambil, tidak ada dak masalah,” ujar Nenek Sofiah saat ditemui di sela keberangkatan di Kompleks Jakabaring Sport City Palembang.

Diceritakannya, setiap hari, mulai lepas Zuhur hingga pukul 17.00 WIB, ia berkeliling dari rumah ke rumah di kawasan kompleks Pertamina.

Dalam sehari, ia bisa mengunjungi sembilan rumah muridnya.

Meski lelah, ia selalu menyambut murid-muridnya dengan senyuman.

"Namanya anak-anak, kadang rewel. Ada yang minta makan dulu, ada yang mau buat PR dulu. Ya kita harus sabar, yang penting mereka semangat mengaji," tambahnya.

Uang hasil mengajar yang tak seberapa, terkadang hanya terkumpul Rp800 ribu per bulan dan ia tabung dengan cara tradisional.

"Saya simpan sedikit demi sedikit di bawah kasur. Kalau sudah banyak, baru saya bawa ke bank," kenangnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved