Berita Palembang

Tukang Bangunan Asal OKI Berbuat Tak Senonoh ke Bocah 8 Tahun di Palembang, Dibawa Warga ke Polisi

Aan (49) diserahkan warga ke Polrestabes Palembang dengan tangan diborgol setelah melakukan pelecehan terhadap seorang bocah perempuan berusia 8 tahun

Dokumentasi Polrestabes Palembang
PELAKU PELECEHAN -- Aan (49) pria asal SP Padang Kabupaten OKI dibawa ke Polrestabes Palembang usai melecehkan seorang bocah perempuan di Plaju, Palembang, Jumat (12/4/2025) malam. Pelaku langsung didatangi keluarga korban dan warga setelah mendapat cerita. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pria asal Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, gagal pulang ke kampung halaman setelah dibawa warga Plaju Palembang ke kantor polisi, pada Jumat (11/4/2025) malam.

Aan (49) diserahkan warga ke Polrestabes Palembang dengan tangan diborgol setelah melakukan pelecehan terhadap seorang bocah perempuan berusia 8 tahun.

Pelaku juga sempat memberikan uang Rp 20 ribu ke korban.

Orangtua korban didampingi Ketua RT setempat dan warga membuat laporan polisi agar pelaku diproses hukum.

Dalam laporan yang dibuat L ibu korban diceritakan peristiwa kejadian yang dialami anaknya terjadi pada Jumat (11/4/2025) sore, sekitar pukul 17:00 WIB, di rumah kosong yang sedang dalam proses rehab yang tak jauh dari rumahnya.

Ibu korban yang saat itu sedang bekerja di warung makan, mendapat kabar dari anak sulungnya kalau MJA sudah dipeluk dan dipegang-pegang area sensitifnya oleh pelaku.

Mendapat kabar itu, sang ibu langsung pulang ke rumah untuk menanyakan perihal kebenaran kejadian yang dialami anak bungsunya tersebut.

Dan benar saja, dari keterangan pihak keluarganya serta korban, memang benar tubuh korban sudah diraba-raba oleh pelaku.

Saat ditanya kejadian yang dialaminya, korban mengaku ia saat itu sedang bermain di luar rumah.

Lalu dipanggil oleh pelaku yang baru selesai bekerja merehab rumah yang tak jauh dari rumah korban.

Ketika dipanggil, korban mendekati pelaku yang kemudian dibawa pelaku masuk ke dalam rumah kosong yang sedang direhabnya.

Lalu di rumah kosong itu, pelaku langsung melancarkan aksinya.

Karena ketakutan, saat itu korban pun berteriak dan berlari ke rumah neneknya untuk menceritakan kejadian yang dialami.

Ketua RT 34 Aslan mengatakan, ia mendapat laporan dari nenek korban yang datang ke rumahnya.

Setelah mendapat cerita tersebut korban menunjuk ke arah rumah yang sedang direhab oleh pelaku.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved