OPINI
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Tanaman Obat
Penggunaan obat tradisional masih cukup sering ditemui dilingkungan Kelurahan Sukamulya hal ini dikarenakan pengobatan menggunakan tanaman tradional
TRIBUNSUMSEL.COM- Etnobotani dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia baik etnik maupun kelompok masyarakat dan interaksinya dengan tumbuhan, dapat dijadikan sebagai alat untuk mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tradisional yang telah menggunakan berbagai macam tumbuhan untuk menunjang kehidupan.
Penggunaan obat tradisional masih cukup sering ditemui dilingkungan Kelurahan Sukamulya hal ini dikarenakan pengobatan menggunakan tanaman tradional dikarenakan harga yang relative lebih murah dan merupakan warisan turun-temuran, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ditemui 20 jenis tumbuhan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman obat pada bagian daun dengan cara pengolahan melalui perebusan.
Daerah Kecamatan Sematang Borang terletak sekitar 11 km dari pusat Kota Palembang, yang terdiri dari 4 kelurahan dengan luas wilayah 36,76 km2.
Batas wilayah meliputi sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Kalidoni, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kalidoni dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sako (BPS Palembang, 2021).
Luas Kelurahan Sukamulya 16,59 km2, Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Sukamulya menanam tanaman obat dengan potensi yang cukup besar berupa luas panen tanaman tanaman obat 423.216 per m2 (BPS, 2018) dan Kelurahan Sukamulya merupakan wilayah yang masuk dalam pemerintahan Kecamatan Sematang Borang yang memiliki 2.770 dan jumlah 951 kepala keluarga.
Kelurahan Sukamulya dahulu dikenal seabgai sebagai Suka Mulia yang merupakan bagian dari Kelurahan Gasing.
Pemahaman Etnobotani bagi masyarakat yang merupakan kearifan local yang dimiliki dalam pemanfaatan tumbuhan disekitar perkarangan rumah dan perkebunan yang mengembangkan berbagai macam tanaman obat.
Penggunaan obat tradisional masih cukup sering ditemui dilingkungan Kelurahan Sukamulya hal ini dikarenakan pengobatan menggunakan tanaman tradional dikarenakan harga yang relative lebih murah dan merupakan warisan turun-temuran dan kepercayaan yang dimiliki masyarakat, meskipun banyak masyarakat yang sudah mulai beralih ke pengobatan modern.
Pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan alternatif merupakan bentuk penghormatan yang dilakukan masyarakat terhadap leluhur yang menurunkan pemahaman terkait penggunaan obat tradisional, sehingga menyebabkan ada sebagian jenis tanaman obat yang hanya diketahui dan dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat.
Belum banyaknya kajian terkait tanaman obat ditinjau dari jenis dan pemanfaatannya menjadi salah satu alasan kurangnya pemanfaatan tanaman sebagai tanaman obat yang digunakan masyarakat sebagai pengobatan tradisional.
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang pada tanggal 05 – 20 Januari 2023.
Teknik pengumpulan data didapatkan dari penetahuan melalui wawancara yang dilakukan pada masyarakat menggunakan wawancara dengan responden menggunakan panduan kuesioner dan tokoh masyarakat pada masyarakat yang memiliki lahan perkebunan rempah sekaligus memanfaatkannya atau masyarakat yang tidak memiliki lahan namun berperan sebagai pekerja pada lahan tersebut.
Fokus dalam penelitian ini adalah etnobotani tanaman tanaman obat di daerah Kelurahan Sukamulya mulai dari pengetahuan masyarakat tentang tanaman-tanaman obat, nutrisi hingga bagaimana pemanfaatannya menjadi tanaman obat dan pemanfaatan lainnya untuk meningkatkan nilai jual dari tanaman obat
1. Tahap Survei
Pada tahap ini peneliti melakukan survei yang meliputi pengenalan wilayah yang akan diteliti, melakukan pendekatan terhadap perangkat desa dan masyarakat serta melaksanakan observasi awal untuk mengetahui informasi tentang keadaan dan kebiasaan masyarakat sekitar yang akan dijadikan informan kunci berdasarkan informasi dari responden.
2. Tahap Pengambilan Data
Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara kepada informan dan penelitian langsung kepada masyarakat dengan mengajukan pertanyaan terbuka dibantu dengan media kuisioner. Sehingga, didapatkan tumbuhan yang dijadikan sebagai obat oleh masyarakat
3. Analisis Data
Analisi data yang digunakan untuk mengetahui cara pengobatan, cara pengolahan dari tanaman obat menggunakan Teknik deksripsi analisis kualitatif, dimana peneliti melakukan penelitian dari berbagai informan kunci yang kemudian akan analisis dalam bentuk kata-kata untuk mendapatkan simpulan (Nurlina, 2019).
Berdasarkan hasil wawancara dan analisis data, dapat disimpulkan tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Kelurahan Sukamulya tersaji pada Tabel. 1 Tanaman Obat yang digunakan Masyarakat Kelurahan Sukamulya (RT 01 dan 02)
No Nama Tumbuhan Khasiat
1 Lengkuas Anti jamur
2 Sereh Menurunkan Kolesterol
3 Binahong Diabetes
4 Mahkota Dewa Mengontrol gula darah
5 Jambu Biji Melancarkan pencernaan
6 Salam Menurunkan Kolesterol
7 Mengkudu Mengatasi asam urat
8 Kumis Kucing Menurunkan tekanan darah tinggi
9 Pepaya Meningkatkan kekebalan tubuh
10 Kelor Mengontrol gula darah
11 Putri Malu Mengatasi gondok
12 Jahe Menghangatkan tubuh
13 Kencur Mengatasi masuk angin
14 Kunyit Meningkatkan imunitas
15 Sirih Menjaga kesehatan mulut
16 Bunga Telang Menurunkan tekanan darah tinggi
17 Sambung Nyawa Mengatasi diabetes
18 Sambiloto Mengatasi flu
19 Ciplukan Menurunkan Kolesterol
20 Brotowali Mengatasi demam
1. Pemanfaatan Tanaman Obat oleh Masyarakat
Berdasarkan hasil wawancara dan identifikasi yang dilakukan, tanaman obat yang ditemukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Sukamulya khususnya di RT 01 dan 02 sebanyak 20 spesies tanaman yang tersaji pada table 1.
Berdasarkan data yang dihasilkan pada Tabel 1. menunjukkan bahwa tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat tersebut tergolong penting bagi masyarakat Kelurahan Sukamulya. Secara empiris, tanaman obat tersebut biasa diambil dari perkarangan rumah ataupun hasil budidaya di kebun sendiri.
2. Pemanfaatan Tanaman Obat berdasarkan Bagian yang digunakan.
a. Bagian Tanaman Obat yang digunakan
Berdasarkan analisis data dari wawancara menunjukkan bahwa bagian daun merupakan bagian yang paling digunakan sebagai obat, hal ini dikarenakan daun lebih mudah dalam pengolahannya karena bisa diambil langsung dari pohonnya.
b. Cara Pengolahan Tanaman Obat
Berdasarkan hasil wawancara cara pengolahan tanaman obat untuk dijadikan obat di Kelurahan Sukamulya kebanykan menggunakan cara yang sederhana yaitu dengan cara direbus, diremat atau diperas untuk diambil airnya, diparut, direndam, dan ditumbuk
Pemanfaatan tumbuhan sebagai tanaman obat sudah dilakukan sejak zaman dahulu, begitu pula dengan masyarakat Kelurahan Sukamulya yang memanfaatkan tumbuhan sebagai obat alternatif untuk mengatasi penyakit.
Maka, dapat disimpulkan bahwa masyarakat tetap menggunakan tumbuhan sebagai obat alami dan alternatif.
Penulis :
- Rusma Apriyanti
- Dr. Yetty Hastiana, M.Si
| Hubungan Erat Perekonomian Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia |
|
|---|
| Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan: Seperempat Abad Sejak Berlaku UU tentang Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Menakar Kesalehan Sosial Sebagai Rapor Utama Pendidikan: Refleksi Hardiknas 2026 |
|
|---|
| Hujan tak Pernah Ingkar Janji, Butuh Keberanian dalam Mengubah Pengelolaan Kota Terkait Banjir |
|
|---|
| Dari Kerinci ke OKU Selatan: Warisan Kopi Indonesia untuk Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pengathaun-masyarakat-tanaman-obat.jpg)