Berita OKU Timur

Bulog Sumsel dan Babel Ingatkan Petani Jaga Kualitas Gabah dengan Panen Sesuai Masa Tanam

Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel dan Babel meminta petani berkomitmen menjaga kualitas gabah yang dipanen.

TRIBUNSUMSEL.COM/CHOIRUL ROHMAN
JAGA KUALITAS GABAH -- Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel dan Babel, Heriswan meninjau langsung penyerapan gabah kering panen langsung ke petani di Desa Trimoharjo, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Jumat (14/03/2025). Bulog meminta petani untuk memanen padi sesuai dengan jadwalnya atau masa tanam. 

Diketahui Kabupaten OKU Timur saat ini sedang memasuki masa awal panen raya, di akhir Maret hingga awal April 2025 ini.

"Jadi sudah keempat kalinya saya turun langsung ke Kabupaten OKU Timur ini. Tentunya untuk memastikan penyerapan gabah petani. Sebab OKU Timur sorotan karena sedang panen," bebernya.

Ia juga menegaskan agar petani di OKU Timur tidak khawatir pihaknya akan menerima gabah. Dia menjamin bahwa akan menyerap gabah dari petani.

Namun dia berharap petani berkoordinasi dengan Bhabinsa dan Bulog untuk mengatur jadwal panen. 

"Saya tegaskan bahwa petani jangan khawatir, semua gabah kering panen akan diserap Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram," ujarnya. 

Heriswan menyampaikan bahwa Kantor Cabang Bulog OKU menargetkan penyerapan 40 ribu ton setara beras atau sekitar 80 ribu ton gabah kering panen.

"Target 80 ribu ton ini sebenarnya untuk wilayah kerja OKU Raya (OKU, OKU Timur, OKU Selatan), namun pusat penyerapan berada di Kabupaten OKU Timur," ujarnya.

Sementara, Moyo pemilik pengeringan dan penggilingan gabah menyampaikan, bahwa dirinya menyambut baik kerjasama ini, sebab ini sangat membantu petani.

Selain itu, ia juga berharap pihak Bulog untuk menyerap semua hasil panen dari petani.

"Saya berharap penyerapan gabah ini jangan tanggung-tanggung kalau bisa diserap semua. Sehingga hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani," ujarnya. 

Serta ia juga mengingatkan kepada petani jangan dahulu panen sebelum waktunya. Sebab jika panen mendahului masa tanam maka akan memengaruhi kualitas dari beras waktu digiling.

"Panennya itu harus tua sesuai dengan masa tanam, maksimal gabahnya harus kuning. Supaya beras yang dihasilkan waktu penggilingan menjadi baik dan tidak rusak," pungkasnya. 
 

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved