Tiga Polisi Lampung Tewas Tertembak
Sosok Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, Lama Bertugas Divisi Satu Kostrad
Berdinas di wilayah Sumatera adalah permata kalinya bagi Kolonel Inf Eko dalam perjalanan karirnya sebagai abdi negara.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar yang saat ini menjabat tugas sebagai Kapendam II/Sriwijaya menggantikan Kolonel Inf Paiman pejabat sebelumnya.
Eko baru mengemban tugas tersebut pada awal Februari 2025 lalu.
Ia adalah lulusan AKABRI tahun 1998 yang lulus pada tahun 2001.
Sebelum menjabat Kapendam II/Sriwijaya putra kelahiran Kabupaten Asahan, Sumatera Utara tahun 1979 ini pernah menjabat sebagai Dandim di wilayah Jakarta dan Depok.
"Saya sebelumnya menjabat Dandim 0503 Jakarta Barat, Kodam Jakarta dan Dandim Depok. Lalu sebelumnya juga berdinas sebagai staff Intelijen markas besar angkatan darat. Dan sebelumnya di Kostrad tepatnya di Batalyon 328 Cilodong divisi satu kostrad. Paling lama divisi satu kostrad itu selama enam tahun," ujar Eko kepada Tribunsumsel.com, Jumat (21/3/2025).
Berdinas di wilayah Sumatera adalah permata kalinya bagi Kolonel Inf Eko dalam perjalanan karirnya sebagai abdi negara.
Baca juga: Pengakuan Dua Oknum TNI Terkait Profit Judi Sabung Ayam Disetor, Kapendam : Tunggu Hasil Investigasi
Baca juga: Isu Besaran Aliran Uang Judi Sabung Ayam Mengalir ke Polsek dari Peltu Lubis, Kapendam : Ada Setoran
Baginya selama bertugas wilayah Jabodetabek terutama Jakarta, hampir semuanya berkesan.
"Hampir semua ya. Karena mayoritas kehidupan hirukpikuk di Ibukota Jakarta kesibukannya luar biasa setiap hari. Tau sendiri di Jakarta sangat situasional tiap detik ada saja perubahan masyarakat ataupun hal keamanan dan sebagainya, " ungkapnya.
Eko menceritakan awal mula minatnya untuk menjadi prajurit TNI, saat masih bersekolah SMA di Riau.
Meskipun bukan dari keluarga kalangan aparat, ia terkesan dengan kakak-kakak kelasnya yang sukses dan diterima menjadi seorang prajurit TNI
"Cita-cita waktu kecil pengen jadi dokter. Setelah SMA baru melihat beberapa figur seperti kakak kelas yang memberikan pencerahan buat adik-adik yang mau lulus SMA. Akhirnya saya tertarik dan tahun 1998 mendaftar di Lampung," kata pria yang punya hobi joging ini.
"Keluarga saya juga tidak ada yang dari aparat. Rata-rata pegawai negeri semua," sambungnya.
Ia menilai Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memiliki potensi yang cukup baik dari segi sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya lautnya.
"Walaupun ini dinas pertama saya di Sumbagsel, bukan berarti tidak mengenali bagaimana potensinya. Beberapa tahun saya tinggalkan banyak uang sudah berkembang, " katanya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Gaya Hidup Hedon Disorot, Segini Gaji Peltu Lubis Tersangka Kasus Sabung Ayam Tewaskan Tiga Polisi |
![]() |
---|
Hasil Uji Lab 3 Polisi Ditembak Oknum TNI saat Judi Sabung Ayam, Ditemukan Proyektil Laras Panjang |
![]() |
---|
Sederet Janji Kapolri ke Keluarga 3 Polisi yang Gugur Ditembak Kopda Basarsyah di Way Kanan |
![]() |
---|
Anak AKP Anumerta Lusiyanto Disiapkan Jadi Polwan, Kapolri Kunjungi Keluarga Polisi Gugur di OKUT |
![]() |
---|
Segini Gaji Peltu Lubis Tersangka Kasus Sabung Ayam Tewaskan Tiga Polisi, Gaya Hidup Hedon Disorot |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.