Berita OKU Timur

Lanosin Sebut Masih Ada 5.000 Rumah Tak Layak Huni di OKU Timur

Lebih lanjut Enos menyampaikan, program bedah rumah ini termasuk visi misi Asta Cita dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Penulis: CHOIRUL RAHMAN | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Choirul Rahman
TIDAK LAYAK HUNI - Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM sedang berfoto bersama masyarakat saat launching gerak cepat perbaikan RTLH di Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jayapura, Jumat (14/03/2025). Di Kabupaten OKU Timur masih terdapat 5.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Di Kabupaten OKU Timur masih terdapat 5.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati OKU Timur Ir H Lanosin, MT, MM launching gerak cepat perbaikan RTLH dan sanitasi tahun 2025 di Suka Maju, Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jayapura.

Acara ini juga serentak digelar di 16 Kabupaten atau Kota lainnya se Provinsi Sumatra Selatan.

Dimana Gubernur Sumsel H Herman Deru meresmikan secara langsung dari Kota Palembang melalui zoom.

Lanosin mengatakan, menurut data dari Dinas Perkim, dari tahun 2021 Kabupaten OKU Timur terdapat sekitar 11.000 rumah yang dapat dikatakan tidak layak huni, hingga tahun ini masih bersisa sekitar 5.000 rumah lagi.

"Jadi masih banyak tugas yang harus diselesaikan, kita akan terus bekerjasama dengan semua elemen termasuk kementerian. Jika tidak ada hambatan secara garis besar semoga 5.000 rumah ini akan kita selesaikan," kata Bupati Enos, Sabtu (15/03/2025).

Baca juga: Bahagianya Syarifudin, Buruh Serabutan di Banyuasin Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Polda Sumsel

Baca juga: Baznas OKI Targetkan 8 Unit Rumah Jadi Sasaran Program Bedah Rumah Tahun 2025

Lebih lanjut Enos menyampaikan, program bedah rumah ini termasuk visi misi Asta Cita dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Waktu retreat di Magelang, visi misi milik Presiden RI alhamdulillah hampir sama dengan visi misi Pemprov dan Pemkab. 

"Dimana program Bedah Rumah ini termasuk Asta Cita dari Pak Presiden. Maka dari itu program ini harus linear dari pusat provinsi dan kabupaten," tutur Bupati.

Enos juga menekankan, anggaran dari bedah rumah ini berasal dari Kementerian, APBD, dana CSR dan Baznas.

Tidak hanya itu, ia menyampaikan jika masyarakat mampu ingin membantu masyarakat lainnya dapat menyalurkan melalui Baznas.

"Masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, jika masyarakat ingin membantu masyarakat lainnya agar memiliki rumah yang layak huni dapat menyalurkan melalui Baznas," bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten OKU Timur H Danan Rachmad mengatakan Pemkab OKU Timur diawal tahun ini akan melakukan bedah rumah sebanyak 30 unit dan drainase sebanyak 15 unit.

"Bedah rumah ini menggunakan APBD, CSR dan Baznas. Kita akan terus upayakan untuk melakukan bedah rumah sesuai dengan anggaran yang ada," pungkasnya.

 

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved