Renville Antonio Meninggal Kecelakaan
Sosok MDS, Pengemudi Pikap Terlibat Kecelakaan dengan Renville Antonio, Usia 19 Tahun Tak Punya SIM
MDS(19), Pengemudi pikap yang terlibat kecelakaan hingga menyebabkan meninggalnya Bendahara Umum Dewan Pimpinan PusatPartai Demokrat, Renville Antonio
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM - Pengemudi pikap yang terlibat kecelakaan hingga menyebabkan meninggalnya Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Renville Antonio telah dimintai keterangan.
Renville Antonio meninggal terpental dalam kecelakaan di ruas Pantura Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, pada Jumat pagi saat mengendarai Motor Gede (Moge) usai menabrak mobil pikap, pada Jumat (14/2/2025) pagi.
Adapun sosok pengemudi pikap tersebut berinisial MDS masih berusia 19 tahun.
Baca juga: 6 Fakta Kecelakaan Renville Antonio Bendahara Demokrat hingga Meninggal, Terpental Tabrak Pikap
Direktur Ditlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, mengatakan sopir mobil pikap bernopol P 9308 NY tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Temuan hasil penyelidikan tersebut, didapatkan oleh Anggota Traffic Accident Analysys Team (TAA) yang melakukan olah pengecekan di lokasi kejadian, termasuk memeriksa sopir dan para saksi.
Dari hasil pemeriksaan dan pengakuan sopir itu masih akan terus diteliti oleh penyidik.
Hingga tadi malam sopir pikap tersebut sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Markas Unit Laka Satlantas Polres Situbondo.
"Data yang terlibat kecelakaan adalah kendaraan pikap P 9308 NY yang dikendarai saudara MDS, 19 tahun. Diketahui dari hasil pemeriksaan sementara, dia tidak memiliki SIM," ujar Kombes Pol Komarudin saat ditemui awak media di Gedung Ditlantas Mapolda Jatim, Jumat.
Mengenai kronologi kecelakaan berdasarkan keterangan sopir mobil pikap MDS kepada penyidik, Komarudin menerangkan MDS mengemudikan kendaraannya melaju dari arah barat ke timur.
Setibanya di lokasi kejadian, MDS bermanuver berbelok ke kanan jalan dengan maksud berhenti di toko bangunan untuk membeli kebutuhan bahan bangunan.
Baca juga: Kondisi Sopir Pikap Terlibat Kecelakaan dengan Moge Bendahara Demokrat Renville Antonio
Namun pada saat bersamaan, melintas motor gede Harley-Davidson yang dikemudikan Renville Antonio dari sisi kanan bodi mobil pikap.
Tak pelak, lanjut Komarudin, benturan antara kedua kendaraan tersebut tak terelakan.
Bodi sisi depan motor Harley-Davidson Renville Antonio membentur bodi bagian ujung sisi kanan, atau tepatnya pintu kanan mobil berbodi warna hitam tersebut.
Benturan yang kuat di antara kedua kendaraan, menyebabkan pemotor terpelanting ke sisi kanan jalan sejauh sekitar 40 meter.
Tak berhenti di situ, tubuh korban juga menghantam pohon dan vas bunga yang terdapat di seberang sisi kanan jalan tersebut.
Hingga akhirnya, korban mengalami luka parah pada bagian kepala.
Akibatnya, korban Renville Antonio dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ngaku Sudah Nyalakan Lampu Sein
Saat disinggung mengenai apakah mobil pikap tersebut sudah menyalakan lampu isyarat berbelok (sein) kanan, Komarudin menerangkan pengakuan sopir mobil pikap selama pemeriksaan,mengklaim bahwa kondisi lampu sein untuk berbelok ke kanan sudah menyala.
Namun, pengakuan tersebut masih akan diuji kembali dengan serangkaian pembuktian yang dilakukan oleh Anggota Tim TAA Ditlantas Polda Jatim.
"Pengakuan sih katanya menghidupkan sein, katanya. Ya, tapi tentu akan dibuktikan lebih lanjut," ucapnya.

Menurut Komarudin, kendaraan roda dua atau empat yang akan bermanuver putar balik, atau berbelok arah, harus memahami beberapa ketentuan.
Yakni, pengendara tersebut diwajibkan menyalakan lampu sein sebagai petanda arah laju kendaraan selanjutnya.
Dan, pengendara tersebut diwajibkan memastikan bahwa situasi ruas jalan di sekitarnya yang menjadi area bermanuver dalam keadaan aman.
Hal tersebut tertuang pada Pasal 112 Ayat 1 dan 2 dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
"Kembali sebagaimana diatur dalam UU tahun 2009, untuk berbelok itu ada beberapa ketentuannya, nah ini buat edukasi untuk masyarakat. Selain menghidupkan sein, dia harus memastikan bahwa jalur aman untuk dilalui. Karena prioritas jalan tentu ada aturan, ya," jelas Komarudin.
Saat disinggung mengenai kecepatan laju dari kendaraan moge yang dikendarai korban, Komarudin mengaku belum dapat mengungkapkannya.
Karena penyelidikan masih dilakukan oleh Tim TAA, dan masih ada beberapa aspek yang harus diukur secara presisi, seperti berat beban motor dengan bekas goresan di permukaan badan jalan.
"Kecepatan moge, nanti akan dibuktikan hasil dari TAA. Kami baru akan melihat di sana, setelah nanti ada bekas bekas goresan, dengan teknologi yang kami miliki nanti bisa menghitung perbandingan antara bobot kendaraan dengan bekas goresan di jalan. Ini nanti yang akan kami cek," ungkapnya.
Lagi pula, penyidik Tim TAA juga belum sempat memperoleh temuan bukti adanya bekas goresan pertanda jejak pengereman dari roda motor moge.
Diduga, lanjut Komarudin, pengendara roda dua atau moge korban merasa kaget dengan manuver berbelok dari laju mobil pikap yang melaju searah di lajur tersebut.
"Sementara memang tidak ada ditemukan bekas pengereman, yang artinya ini dimungkinkan bersamaan. Misalnya, kalau memang dari jauh mobil sudah berbelok, tentu akan ada upaya pengereman. Tapi Ini tidak ada sama sekali," ulas Komarudin.
"Kemungkinan sementara, pengendara motor terkaget menghindari mobil yang mendadak berbelok, oleh karenanya titik perkenaannya (benturan) ada di depan. Jadi bukan motor menabrak mobil. Kalau motor menabrak mobil, berarti benturan di belakang, tapi ini perkenaannya dari depan kendaraan pikap," pungkasnya.
Jenazah Renville Antonio Dimakamkan
Jenazah Renville telah dimakamkan di TPU Keputih Surabaya, Jawa Timur, Jumat, (14/2/2025) malam.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut menghadiri pemakaman Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio.
AHY merasa terpukul atas meninggalnya Renville Antonio pasca mengalami kecelakaan di Situbondo, Jumat pagi.
AHY menyebut Renville Antonio sebagai salah satu kader terbaik yang dinilai berdedikasi terhadap Partai Demokrat selama ini.
"Beliau tulus dalam pengabdian dan perjuangan. Bahkan, seringkali tidak memikirkan diri sendiri. Kita sungguh kehilangan sahabat setia," kata AHY di depan keluarga mendiang dan para kader Demokrat yang turut mengantarkan Renville ke peristirahatan terakhir.
AHY datang bersama rombongan DPP Partai Demokrat sekaligus ditemani istrinya Annisa Pohan yang memang telah lebih dulu datang ke Surabaya.
Sementara pentolan Demokrat Jatim turut hadir dalam prosesi pemakaman, di antaranya, Emil Dardak, Ketua Demokrat Jatim dan jajaran Fraksi Demokrat DPRD Jatim.
AHY mendoakan Renville secara langsung di depan pusara. Sesekali, AHY tampak mengusap air mata.
AHY yang juga Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tampak tak kuasa menahan kesedihan atas meninggalnya Renville.
"Namanya harum dan akan kita kenang selamanya," terang AHY.
Rasa duka mendalam juga dialami oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
AHY bercerita, SBY turut merasa kehilangan atas berpulangnya Renville.
"Mari kita doakan yang terbaik untuk kepergian almarhum, Bendahara Umum Partai Demokrat," ucap AHY dengan suara parau.
Artikel telah tayang di Surya.co.id dengan judul Hasil Penyelidikan Kecelakaan Renville Antonio, Polisi: Sopir Pikap Tidak Memiliki SIM
Baca berita lainnya di google news
Pengakuan MDS Pengemudi Pikap Terlibat Kecelakaan dengan Renville Antonio, Sudah Hidupkan Lampu Sein |
![]() |
---|
'Setengah Hatiku Hilang Sekarang', Curhat Pilu Kayla Anak Renville Antonio usai Sang Ayah Meninggal |
![]() |
---|
Hasil Olah TKP Kecelakaan Moge Renville Antonio Bendahara Demokrat : Tak Ditemukan Bekas Pengereman |
![]() |
---|
Peran Renville Antonio Bendahara Demokrat di Perjalanan Politik Khofifah, Jasanya Kini jadi Kenangan |
![]() |
---|
VIDEO Anisa Pohan dan Arumi Bachsin Menangis Sambut Jenazah Renville Antonio, Peluk Istri Almarhum |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.