Berita Banyuasin
11 Kecamatan di Banyuasin Sedang Panen Padi, Namun Harga Gabah di Petani Tak Sampai Rp 6.500 Perkilo
Harga gabah yang ditetapkan pemerintah senilai Rp 6.500 perkilonya, pastinya masih menjadi harapan besar bagi petani.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Harga gabah yang ditetapkan pemerintah senilai Rp 6.500 perkilonya, pastinya masih menjadi harapan besar bagi petani.
Karena saat ini di wilayah Kabupaten Banyuasin setidaknya di 11 kecamatan sedang berlangsung panen padi.
Kadis Pertanian dan Hortikultura Banyuasin Sarip mengungkapkan, saat ini luas tanam musin tanam 1 Kabupaten Banyuasin pada Januari 2025 seluas 140.676 hektare.
"Luas panen di bulan Januari 17.352 hektare. Sampai saat ini, produksi gabah Banyuasin sebanyak 217.452 hektare," katanya, Rabu (12/2/2025).
Belum lagi untuk bulan Maret dan April, lanjut Sarip rencana panen seluas 65.166 hektare untuk Kabupaten Banyuasin.
"Sejauh ini, dari laporan penyerapan gabah oleh Bulog di Kabupaten Banyuasin, sebanyak 1.054,5 ton," pungkasnya.
Baca juga: Petani Padi di Musi Rawas Senang, Masuk Musim Panen Harga Beras Mencapai Rp 12 Ribu Perkilo
Baca juga: Saling Tunggu Karena Takut Padi Dimakan Hama, Membuat Petani di Trikoyo Musi Rawas Telat Tanam Padi
Sedangkan anggota DPRD Banyuasin, Arisa Lahari menuturkan, dengan penetapan pemerintah untuk harga gabah Rp 6.500 perkilo, menjadi angin segar bagi para petani.
Namun, harga gabah yang telah ditetapkan pemerintah masih belum sampai kepada petani.
"Harga gabah di petani, belum sampai Rp 6.500. Karena, kenyataan di lapangan harga yang sampai petani hanya Rp 4.900, Rp 5.100 bahkan paling tinggi Rp 5.300. Inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah, hatga yanf ditetapkan harus sampai kepada petani langsung," katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, harga yang berbeda-beda di kalangan petani ini dikarenakan adanya potongan mulai dari biaya angkut gabah dari sawah ke tongkang.
Selain itu, dari tempat penumpukan naik ke tongkang yang juga ada biaya angkut.
Belum lagi, dari biaya angkut dari tongkang ke mobil.
Sehingga, harga gabah yang diterima petani tidak sesuai dengan penetapan pemerintah saat ini.
"Kenapa saya bisa bicara alur angkut gabah ini, karena saya juga petani. Inilah yang membuat harga di lapangan tidak bisa Rp 6.500 perkilonya. Karena, ada biaya yang harus dipotong, apalagi kalau pihak yang ditunjuk untuk membeli gabah juga menunjuk mitra. Jadi harga yang ditetapkan sama seperti tengkulak," ungkapnya.
Arisa Lahari berkeyakinan, bila memang pemerintah sudah menunjuk pihak untuk membeli gabah langsung dari petani dengan harga Rp 6.500, ini membawa dampak sangat baik bagi petani.
Demi Kurangi Kemacetan, Simpang Tugu Polwan Banyuasin Bakal Dibangun Jalan Alternatif |
![]() |
---|
Tolak Dipindah Karena Jauh, Pedagang di Pasar Pangkalan Balai Gelar Aksi di Kantor DPRD Banyuasin |
![]() |
---|
Bakal Gelontorkan Rp 50 Miliar, Pemkab Banyuasin Siap Bangun Jalan Poros Kecamatan Air Salek |
![]() |
---|
10 Orang Ditangkap Saat Polisi Gerebek Sabung Ayam di Banyuasin, Uang Taruhan Jutaan Rupiah Disita |
![]() |
---|
Konflik Lahan Warga Desa Mekar Sari VS Perusahaan, DPRD Banyuasin Janji Kawal Penyelesaian |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.