Berita Viral

Dituduh Idap NPD, Kata Kabid Dokkes Terkait Kejiwaan Valyano Siswa SPN Dikeluarkan Jelang Pelantikan

Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Dr. Nariyana mengungkap hasil kejiwaan Valyano Boni Raphael, siswa Bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) disebut NPD

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Kolase Tangkapan layar Youtube TVR PARLEMEN
SISWA SPN POLDA JABAR DiSEBUT NPD- Sosok Valyano Siswa SPN Polda Jabar Disebut NPD oleh Polwan,Sabtu (8/2/2025). Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Dr. Nariyana mengungkap hasil kejiwaan Valyano Boni Raphael, siswa Bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) disebut NPD 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Dr. Nariyana mengungkap hasil kejiwaan Valyano Boni Raphael, siswa Bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) disebut mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD) hingga berujung gagal dilantik.

Valyano dipecat sebagai siswa Bintara sekolah polisi negara (SPN) Polda Jabar pada 3 Desember, 6 hari jelang dilantik menjadi anggota Polri.

Sementara, Kabid Dokkes mengatakan yang bersangkutan tidak mengalami gangguan jiwa.

Baca juga: Dua Alasan Valyano Dikeluarkan dari SPN Polda Jabar Jelang Pelantikan, Disebut Polwan Idap NPD

"Siswa dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa. Awal seleksi spesialis jiwa, kasus seperti ini harus kami tingkatkan," katanya.

Sampai kemudian Kabid Dokkes meminta rekomendasi dari sub spesialis Dr Adi Kurnia bersama timnya.

Pihaknya menyatakan bahwa Valyano tidak memiliki gejala gangguan jiwa.

"Kesimpulannya pada terperiksa Valyano saat ini tidak ditemukan adanya tanda atau gejala gangguan jiwa yang cukup bermakna yang dapat menggangu aktifitas sehati-hari. Terperiksa masih memiliki potensi yang dapat mendukung menjalankan tugas dalam menjalani pendidikannya," katanya.

Bahkan berdasar hasil pemeriksaan, Valyano Boni Raphael memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

"Memiliki kecerdasan yang tergolong rata-rata di atas IQ 109 atau skala pm 60. Memiliki fungsi berpikir memadai untuk memahami pekerjaan yang teratur dan struktur," jelasnya.

Memang Valyano Boni Raphael memiliki kemampuan menyampaikan ide pikiran, namun cara berpikirnya kurang matang.

"Terperiksa memiliki kerentanan yang perlu diantisipasi agar mampu menjalani pendidikannya dengan baik yaitu terperiksa memiliki kemampuan untuk menyampaikan ide pikiran yang cukup baik hanya saja cara berpikirnya yang kurang matang dan cenderung mencari solusi yang cepat dan instant ketika menghadapi masalah atau situasi tekanan," katanya,

Selain itu, Valyano Boni Raphael memiliki kebutuhan besar dalam menonjolkan diri serta validasi dari orang lain.

"Terperiksa memiliki kebutuhan yang cukup besar dalam menonjolkan diri dan mendapatkan pengakuan orang lain sehingga menjadikan terperiksa rentan untuk mengalami masalah karena sikap dan perilaku yang disalahartikan oleh lingkungan yang belum mengenalnya," jelasnya.

Baca juga: Sosok Ipda Ferren, Polwan yang Sebut Valyano Siswa SPN Idap NPD Berujung Gagal Dilantik

Diketahui, Valyano Boni Raphael merupakan anak dari AKBP Bonifansius dan Veronica Putri Amalia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved