Berita Nasional

Profil Wayan Koster Gubernur Bali Terpilih Resmi Ditetapkan KPU, Segini Harta Kekayaannya

Wayan Koster kembali terpilih sebagai Gubernur Bali periode 2024-2029 setelah resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Editor: Moch Krisna
Instagram I Wayan Koste
Wayan Koster Gubernur Bali Terpilih Perideo 2024-2029 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Wayan Koster kembali terpilih sebagai Gubernur Bali periode 2024-2029 setelah resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Wayan Koster mendapatkan 1.413.604 suara di Pilkada Bali 2024.

Pasangan calon nomor urut 2, Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta mengalahkan paslon nomor urut 1 Made Muliawan - Putu Agus yang memperoleh 886.251 suara.

Sebenarnya Wayan Koster sudah pernah menjabat sebagai Gubernur Bali pada periode 2018 hingga 2023.

Namun, perjuangan Wayan Koster untuk menjadi Gubernur Terpilih Bali 2024 di periode keduanya tentu tidaklah mudah dan sebentar.

Apalagi Wayan Koster juga pernah berkecimpung di dunia pendidikan dengan menjadi peneliti hingga dosen di berbagai universitas negeri maupun swasta sebelum terjun ke dunia politik.

Perjalanan politik Wayan Koster dimulai ketika dipercaya menjadi Staf Ahli Kelompok Fraksi (POKSI II F) PDI-P pada 2003-2004.

Wayan Koster mendapatkan satu kursi di parlemen setelah Pemilu 2004, dan dilantik pada 1 Oktober 2004.

Dilansir dari situs Wikipedia, Wayan Koster lahir di Singaraja, Buleleng, Bali pada 20 Oktober 1962. Saat ini, ia telah berusia 62 tahun.

Wayan Koster telah memiliki istri yang bernama Ni Luh Putu Putri Suastini.

Ia juga telah dikaruniai dua buah hati yang bernama Ni Putu Dhita Pertiwi dan Ni Made Wibhutu Bhawani.

Pendidikan

  • SD 1 Desa Sembiran (1975)
  • SMP Bhaktiyasa (1978)
  • SMAN Singaraja, Bali (1981)
  • S1 Institut Teknologi Bandung (1987)
  • S2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) International Golden Institute Jakarta (1995)
  • S3 Universitas Negeri Jakarta (1999)

Karier

Wayan Koster mengawali karier dengan bekerja sebagai peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud.

Ia juga pernah menjadi dosen tidak tetap di beberapa universitas terkemuka seperti di Universitas Pelita Harapan, Universitas Tarumanegara, Universitas Negeri Jakarta hingga di sebuah lembaga ekonomi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved