Pabrik Uang Palsu di UIN Makassar

Sosok AA Pembuat Benang Pengaman di Uang Palsu Dicetak Kampus UIN Alauddin Makassar, Polisi: Canggih

Sosok AA tersangka di kasus produksi uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar. AA sendiri berperan sebagai pembuat benang pengaman palsu yang ditan

Editor: Moch Krisna
Tangkapan layar dari YouTube Kompas TV
Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono dengan jajaran saat konferensi pers terkait kasus peredaran uang palsu dari UIN Alauddin Makassar di Mapolres Gowa, Kamis (19/12/2024). Andi Ibrahim menyelundupkan mesin pencetak uang palsu dengan menggunakan forklift dan diangkat ke gedung perpustakaan kampus. Hal itu dilakukan malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Sosok AA tersangka di kasus produksi uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar.

AA sendiri berperan sebagai pembuat benang pengaman palsu yang ditanam dalam uang.

Adapun AA berusia 42 tahun merupakan warga dari kabupaten Wajo Sulawesi Selatan.

Dirinya dibayar Rp 3 Juta oleh Andi Ibrahim dosen sekaligus otak dari pabrik pencetakan uang palsu.

Melansir dari Kompas.com, Kamis (19/12/2024) Kasat Reskrim Polres Wajo, Iptu Alvin Aji Kurniawan mengatakan teknik tersebut tergolong canggih karena sulit dikenali.

Benang pengaman palsu yang ditanam di dalam uang dan menyerupai benang asli yang biasa terdapat pada uang resmi.

Mengenal sosok Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Andi Ibrahim.
Mengenal sosok Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Andi Ibrahim. (Serambinews)

"Peranan AA dalam sindikat pembuatan uang palsu, yakni membuat benang sehingga uang palsu yang dicetak menyerupai uang asli," kata Iptu Alvin Aji Kurniawan.

Iptu Alvin Aji Kurniawan mengatakan uang palsu ini dirancang sedemikian rupa sehingga lolos dari deteksi standar.  

 "Peran AA sangat vital karena ia menciptakan benang pengaman yang menyerupai ciri khas uang asli," jelas Alvin. Kapolres Gowa mengonfirmasi bahwa saat ini telah ada 17 tersangka dan penyelidikan masih terus berlangsung.

"Kami telah menangkap 17 tersangka, namun ini baru permulaan. Kami akan terus menggali informasi dan membongkar jaringan lebih besar yang berada di balik produksi uang palsu ini," ungkapnya.

Akal Licik Andi Ibrahim

 Polres Gowa akhirnya membongkar akal licik Andi Ibrahim mantan kepala perpustakana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk selundupkan mesin pencetak uang palsu ke dalam kampus.

Diketahui Andi Ibrahim bersama 16 orang lainnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pabrik pencetakan uang palsu dengan total Rp2 Miliar hebohkan warga Makassar.

Melansir dari Tribunnews.com, Kamis (19/12/2024) Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak dalam konferensi pers di Mapolres Gowa, menuturkan mulanya pembuatan uang palsu ini dilakukan dalam skala kecil dan menggunakan mesin cetak yang juga lebih kecil.

Kegiatan tersebut, sambungnya, dilakukan di rumah salah satu tersangka berinisial AS di Makassar.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved