Pabrik Uang Palsu di UIN Makassar
Akal Licik Andi Ibrahim Selundupkan Mesin Cetak Uang Palsu ke Kampus, Dibeli Rp600 Juta dari China
Polres Gowa akhirnya membongkar akal licik Andi Ibrahim mantan kepala perpustakana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk selundupkan
TRIBUNSUMSEL.COM -- Polres Gowa akhirnya membongkar akal licik Andi Ibrahim mantan kepala perpustakana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk selundupkan mesin pencetak uang palsu ke dalam kampus.
Diketahui Andi Ibrahim bersama 16 orang lainnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pabrik pencetakan uang palsu dengan total Rp2 Miliar hebohkan warga Makassar.
Melansir dari Tribunnews.com, Kamis (19/12/2024) Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak dalam konferensi pers di Mapolres Gowa, menuturkan mulanya pembuatan uang palsu ini dilakukan dalam skala kecil dan menggunakan mesin cetak yang juga lebih kecil.
Kegiatan tersebut, sambungnya, dilakukan di rumah salah satu tersangka berinisial AS di Makassar.

Namun, Reonald menuturkan sindikat ini lalu membeli mesin cetak yang lebih besar karena dirasa perlu untuk mencetak uang palsu lebih banyak.
Adapun harga mesin cetak tersebut mencapai Rp 600 juta.
"Awal pertama kan pembuatan uang palsu ini kan di salah satu rumah atas nama AS, itu di Jalan Sunuk Makassar," katanya.
"Karena sudah mulai membutuhkan jumlah (uang palsu) yang lebih besar, maka mereka memesan alat (mesin cetak) yang lebih besar yaitu alat cetak offset senilai Rp 600 juta di Surabaya tetapi alat itu dipesan dari China," sambung Reonald.
Setelah itu, Andi Ibrahim berperan untuk menyediakan tempat meletakkan mesin cetak uang palsu tersebut.
Lantas, dia pun menggunakan Gedung Perpustakaan UIN Aliuddin Makassar di Kabupaten Gowa untuk meletakkan mesin tersebut.
Reonald menuturkan Andi Ibrahim meletakkan mesin itu menggunakan forklift pada malam hari.
"Alat itu dimasukkan oleh salah satu tersangka berinisial AI di salah satu kampus di Gowa yaitu menggunakan gedung perpustakaan tanpa sepengetahuan pihak kampus di malam hari."
"Dan itu kami coba rekonstruksikan dengan 25 personel Polri mengangkat alat itu tidak mampu. Jadi, pakai forklift, alat itu masuknya," jelasnya.
Reonald menuturkan mesin cetak uang palsu itu mulai digunakan di Gedung Perpustakaan UIN Makassar pada awal September 2024.
98 Barbuk Diamankan, Ada Uang Korea-Vietnam hingga SBN
Nasib Tersangka Pembuat Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar Terancam Penjara hingga Seumur Hidup |
![]() |
---|
Polisi Ungkap Andi Ibrahim Berniat Maju Pilkada Pakai Uang Palsu, Tapi Tak Ada Partai Mendukung |
![]() |
---|
Awal Mula Terbongkarnya Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar Diotaki Dosen Bergelar Doktor |
![]() |
---|
Rekam Jejak AKBP Reonald Simanjuntak,Kapolres Gowa Bongkar Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin Makassar |
![]() |
---|
Sosok AA Pembuat Benang Pengaman di Uang Palsu Dicetak Kampus UIN Alauddin Makassar, Polisi: Canggih |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.