Penembakan Kasat Reskrim Solok Selatan

'Doakan, Tugas Saya Berat,' Pesan AKP Ryanto Ulil ke Ibu Sebulan Sebelum Tewas Ditembak di Kabag Ops

Selain kepada ibunya, Ryanto juga mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya. Ia mengaku ingin hidup lebih santai dan menikmati waktu di luar tekana

Editor: Weni Wahyuny
kolase Instagram
Almarhum Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar yang tewas ditembak AKP Dadang. AKP Ulil sempat meminta doa ibunya karena mengemban tugas berat. 

Kasat Reskrim terkena 2 tembakan di bagian kepala (pelipis sebelah kanan dan pipi kanan) 

Diduga Kabag Ops melakukan penembakan menggunakan senjata api pendek jenis pistol HS : 260139.

Baca juga: Klarifikasi Polda Sumbar Soal AKP Dadang Penembak AKP Ulil Tak Diborgol dan Merokok, Gangguan Mental

AKP Ulil di Mata Kapolda Sumbar

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono memberikan apresiasi atas kinerja AKP Ulil Ryanto Anshar, Kasat Reskrim Solok Selatan semasa hidupnya.

Suharyono tak menyangka sosok AKP Ulil Ryanto Anshar yang dikenal memiliki banyak prestasi itu tewas ditembak oleh Kabag Ops Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.

Diketahui, AKP Ulil Ryanto Anshar tewas ditembak AKP Dadang Iskandar sebanyak dua kali pada di Mapolres Solok Selatan, Sumatera Barat, sekitar pukul 00.43 WIB, Jumat (22/11/2024).

Selama berkarier di Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshar disebut memiliki loyalitas tinggi dalam pekerjaannya.

Suharyono mengatakan AKP Ulil Ryanto merupakan seorang anak yatim, ditinggal ayahnya semasa kecil.

"Dia anak yatim dan bapaknya sudah meninggal sejak kecil, dia diasuh ibunya,

Pastinya kariernya sangat bagus karena dari perjalanan kariernya sangat hebat, almarhum ini anak yang baik yang juga respect, loyalnya tinggi," ungkap Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, kepada media di Padang, Sumbar, Jumat (22/11), dilansir dari Youtube KompasTV Pontianak.

Kapolda mengakui, penegakan hukum terhadap tambang ilegal itu merupakan perintah langsung dari dirinya. 

Bahkan, polisi kelahiran Makassar itu sempat mendapatkan penghargaan dari Kapolda Sumbar.

Namun ia tak menyangka, AKP Ulil Ryanto harus menjadi korban yang dihabisi oleh sesama polisi.

"Sehingga saya perintahkan untuk kupas habis tambang ilegal yang marak galian C tanpa izin, dia sudah memiliki prestasi tinggi dalam bulan ini, hasilnya juga sudah ada pada kami, apresiasi juga sudah kami lakukan," beber Suharyono.

Menurutnya, setelah dilakukan upacara pelepasan, Jenazah Kasat Reskrim Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Anshari akan diterbangkan ke Makassar. 

Sebagai informasi, AKP Ryanto Ulil Anshar pernah menjabat sebagai Kapolsek Madukara, Polres Banjarnegara. 

Dia juga pernah menjadi Kasat Reserse Narkoba Polres Magelang.

AKP Ulil Ryanto Anshari baru menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Polres Solok Selatan selama 11 bulan 29 hari.

Janji Usut 

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyatakan akan mengusut kasus penembakan Kasat Reskrim Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Anshar oleh Kabag Ops Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.

Irjen Pol Suharyono menegaskan pihaknya tegas menindaklanjuti kasus dugaan tambang ilegal.

"Para perwira kami dan para anggota kami menindaklanjuti apa yang sudah diperintahkan pimpinan, mengupas habis segala sesuatu yang bersifat ilegal, ini menjadi atensi bagi bapak Presiden dan pastinya Kementerian lembaga menindaklanjuti hal ini," kata Suharyono kepada media di Padang, Sumbar, Jumat (22/11).

Kapolda membenarkan pelaku penembakan adalah Kabag Ops Polres Solok Selatan

Penembakan disebut karena pelaku tak setuju penegakan hukum yang dilakukan korban terkait kasus tambang ilegal galian C.

"Salah satu perwira polisi yang jabatannya adalah Kabag Ops itu melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji dan sangat tercela," ujar Suharyono.

"Yang dilakukan oknum ini adalah melakukan tembakan. Diduga melakukan tembakan. Diduga kuat melakukan tembakan, dari jarak dekat terhadap korban yang akhirnya korban meninggal dunia," imbuh Suharyono.

Suharyono juga memastikan Kabag Ops selaku pelaku penembakan telah menjadi tersangka. 

Pelaku telah menyerahkan diri tak lama setelah menembak korban.

"Dalam waktu tidak yang terlalu lama oknum tersangka ini juga menyerahkan diri ke Polda, dengan upaya-upaya tertentu dan sekarang secara intensif kami dalami apa motifnya," terangnya.

Polda Sumbar menindaktegas melakukan pemecatan terhadap oknum Kabag Ops Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.

"Dalam minggu ini kami upayakan PTDH setidak-tidaknya dalam tujuh hari kedepan saya sudah laporkan ke pimpinan Polri dan pusat, ini tindakan yang harus tegas kepada siapapun yang menghalang-halangi penegakan hukum ini" terangnya.
 

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Sebelum Tewas Ditembak Sesama Polisi, AKP Ryanto Curhat Tentang ‘Tugas Berat’

Baca berita lainnya di Google News

Bergabung dan baca berita lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved