Seputar Islam

Kumpulan Ayat Alquran dan Hadits Tentang Pentingnya Menuntut Ilmu Bagian dari Jihad di Jalan Allah

Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
Kumpulan Ayat Alquran dan Hadits Tentang Pentingnya Menuntut Ilmu Bagian dari Jihad di Jalan Allah 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kewajiban belajar, atau menuntut ilmu ditegaskan dalam ayat-ayat Alquran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam.  

Berikut kumpulan beberapa ayat Alquran dan hadtits tentang pentingnya menuntut ilmu. 

Ayat-ayat Alquran


Surat  Al-Mujadalah Ayat 11

Allah tinggikan orang beriman dan berilmu beberapa derajat

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ 

Bacaan latinnya:

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa’illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-‘ilma darajāt, wallāhu bimā ta’malụna khabīr 

Artinya: 

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

 

Surat At Taubah Ayat 122 

Mencari ilmu sama seperti berjihad fii sabilillah

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ 

 

Bacaan latinnya:

Wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja’ū ilaihim la’allahum yaḥżaruun 

Artinya: 

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”

 

Surat Az-Zumar ayat 9

Beda orang yang berilmu dan tidak berilmu

اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ ࣖ

 

Bacaan latinnya:

“Amman huwa qānitun anā’il-layli sājidan waqā’imān yahḍarul-ākhirata wa yarjū raḥmatā rabbihi. Qul hal yastawī alladhīna ya’lamūna walalladhīna lā ya’lamūna? Innamā yataḏakkaru ūlū al-albāb.”

Artinya:

 “(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.”

 

Surat  Thaha ayat 114

 

Tidak Tergesa-gesa dalam Menuntut Ilmu 

 

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا 

 

Bacaan latinnya: “Fata’āllāhul-Maliku al-Ḥaqq, walā ta’jal bil-Qur’āni min qabli an yuqḍā ilayka waḥyuhu. Waqul Rabbi zidnī ‘ilman.”

 

Artinya: Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.

 

Surat Ali Imran ayat 7

 

Ilmu datangnya dari Allah 

 

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ 

 

Bacaan latinnnya:

“Huwa alladhī anzala ‘alayka al-kitāba minhu āyātun muḥkamātun hunna ummul-kitābi wa uḫaru mutašābihātun, fa-ammā alladhīna fī qulūbihim zayghun fayattabi’ūna mā tashābaha minhu ibtiġā’a al-fitnati wa ibtiġā’a ta’wīlih. Wa mā ya’lamu ta’wīlahu illā Allāhu, wa al-rāsiḫūna fī al-ʿilmi yaqūlūna āmannā bihi kullun min ʿindi rabbīnā, wa mā yaẓẓakkaru illā ūlū al-albāb.”

 

Artinya:

Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata:  “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

 

Surat An-Nisa Ayat 162 

Ilmu bermanfaat Pahala yang Besar

لٰكِنِ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُوْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَالْمُقِيْمِيْنَ الصَّلٰوةَ وَالْمُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالْمُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ اُولٰۤىِٕكَ سَنُؤْتِيْهِمْ اَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ 

 

Bacaan latinnya:

Lākinir-rāsikhūna fil-‘ilmi minhum wal-mu’minūna yu’minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika wal-muqīmīnaṣ-ṣalāta wal-mu’tūnaz-zakāta wal-mu’minūna billāhi wal-yaumil-ākhir(i), ulā’ika sanu’tīhim ajran ‘aẓīmā(n). 

Artinya: 

“Akan tetapi, orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka dan orang-orang mukmin beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan pada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu. (Begitu pula) mereka yang melaksanakan salat, yang menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah serta hari Akhir. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.”

 

Hadits-hadits Rasulullah SAW tentang menuntut Ilmu

1. Belajar (menuntut ilmu) hukumnya wajib.


Tulisan Arab:

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَّ مُسْلِمَةٍ

Arab Latin:

Tholabul ilmi faridotun ala kulli muslimin wa muslimat

Artinya : mencari ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan

2. Berada di jalan Allah

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ اْلعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Man khoroja fii tholabil ilmi fahua fii sabilillahi hatta yarji’a

Artinya : barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka ia ada di jalan Allah hingga ia kembali

 

3. Allah akan memberi anugrah

مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا عَلَّمَهُ اللهُ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Man allama ilman allamahullohu maa lam ya’lam

Artinya : Barang siapa yang mengajar ilmu maka Allah akan memberi sesuatu yang tidak diduga-duga.

 

 

5. Berjuanglah dalam mencari ilmu

اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ بَحْرٌ مِنَ النَّارِ

Utlubul ilma walau bainaka wa bainahu bahrun minan naar

Artinya : carilah ilmu walaupun antara kamu dan ilmu ada lautan api


6. Hingga ke Negeri China (jauh sekalipun)


أُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ

Utlubul ilma walau bissin

Artinya : carilah ilmu walaupun ke negeri cina atau maknanya walaupun jauh sekalipun.

 

7. Ilmu Bagai Buruan

اَلعِلْمُ صَيِّدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيِّدُهَ

Al ilmu soyyidun wal kitabatu qoyyiduhu

Artinya : ilmu itu bagaikan binatang buruan dan tulisan adalah pengikatnya.

 

8. Jangan bermalasan.

اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُنْ غَافِلاً فَنَدَامَةُ اْلعُقُبْىَ لِمَنْ يَتَكَاسَلُ

Ijhad wala taksal wala takun ghofilan fanada matul uqbaa limayyatakasalu

Artinya :

bersungguh – sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan menjadi orang pelupa maka penyesalan yang akan datang bagi orang yang malas.

 

9. Sebaik-baik yang mengajarkan Quran

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْأَنَ وَعَلَّمَهُ

khoirukum man ta’allamal qur’ana wa allamahu

Artinya : sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengamalkannya.

 

10. Paham agama

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَـقِّـهُ فِي الدِّيــْنِ

Man yuridillahi bihi khoiron yufaqqihu fiddin

Artinya : barang siapa yang Allah kehendaki pada kebaikan maka Allah akan memberi kepahaman dalam urusan agama.

 

11. Belajar dan Mengajar dan Menghormati Guru

Rasulullah Saw. bersabda dalam riwayat hadits Imam Thabrani: 

        تَعَلَّمُوْا وَعَلِّمُوْا وَتَوَاضَعُوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ   

       Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkan ilmu padamu.

 
Itulah Kumpulan Ayat Alquran dan Hadits Tentang Pentingnya Menuntut Ilmu Bagian dari Jihad di Jalan Allah. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Arti Yarfaillahulladzina Amanu Minkum Walladzina Utul Ilma Darojats, Derajat Orang Beriman & Berilmu

Baca juga: Kumpulan Doa Pembuka Rezeki dari Ayat Alquran dan Hadits, Ayat Seribu Dinar hingga Doa Rezeki Halal

Baca juga: Kisah Pedagang yang Menjadi Raja dengan Amalan Ayat 1000 Dinar, Wa Yarzuqhu Min Haitsu La Yahtasib

Baca juga: Maksud Hukum Fardhu Ain dan Fardhu Kifayah dalam Kewajiban Menuntut Ilmu  Berikut Adab dalam Belajar

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved